SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-13 puasa Ramadhan, umat Islam kembali dianjurkan untuk memperbanyak doa dan munajat. Pada hari ketiga belas ini, doa yang dipanjatkan berisi permohonan agar Allah SWT menyucikan diri dari segala kotoran dan dosa, serta diberi kesabaran dalam menghadapi setiap ketentuan-Nya.
Berikut doa hari ke-13 Ramadhan yang dapat diamalkan:
اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَالْأَقْذَارِ وَصَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَوَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَصُحْبَةِ الْأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ الْعَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ
Latin:
Allâhumma thahhirnî fîhi min ad-danas wal aqdzâr wa sabbirnî fîhi ‘alâ kâinâtil aqdâr wa waffiqnî fîhi littuqâ wa suhbatal abrâr bi’aunika yâ qurratal ‘ainil masâkîn.
Artinya:
“Ya Allah, sucikanlah diriku dari kotoran dan kejelekan. Berikanlah kesabaran padaku untuk menerima segala ketentuan. Dan berikanlah kemampuan kepadaku untuk bertakwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-Mu, wahai dambaan orang-orang miskin.”
Doa ini menegaskan pentingnya penyucian diri, baik secara lahir maupun batin. Ramadhan menjadi momentum untuk membersihkan hati dari sifat iri, dengki, sombong, dan berbagai penyakit hati lainnya.
Selain itu, terdapat permohonan agar diberi kesabaran dalam menghadapi segala ketentuan (takdir). Kesabaran menjadi kunci agar seorang Muslim tetap teguh dalam ujian, tidak mudah mengeluh, dan tetap berprasangka baik kepada Allah SWT.
Permintaan untuk diberi ketakwaan dan dikelilingi oleh orang-orang saleh juga menjadi pesan penting dalam doa ini. Lingkungan pergaulan yang baik diyakini dapat memperkuat iman dan menjaga konsistensi ibadah selama Ramadhan.
Hari ke-13 Ramadhan menjadi pengingat bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga proses penyucian diri, pembelajaran kesabaran, serta upaya membangun lingkungan pergaulan yang membawa pada kebaikan.





