SUBANG, TINTAHIJAU.COM – DPRD Kabupaten Subang mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang Tahun 2026, yang dijadwalkan dihadiri Gubernur Jawa Barat pada Senin, 6 April 2026.
Agenda sakral tahunan ini akan digelar sejak pagi hari dengan susunan acara yang telah disiapkan secara rinci. Persiapan dimulai pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan kedatangan tamu undangan pada pukul 08.30 WIB hingga memasuki rangkaian inti rapat paripurna.
Puncak acara diawali dengan penyambutan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Subang, dilanjutkan pembukaan, pertunjukan seni, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Lagu Indonesia Raya dan Hymne Subang akan dikumandangkan sebelum rapat paripurna resmi dibuka oleh Ketua DPRD.
Rangkaian acara juga mencakup pembacaan sejarah singkat Hari Jadi Subang, sambutan Bupati Subang dan Gubernur Jawa Barat, hingga penutupan sidang, doa, dan sesi foto bersama.
Sebanyak 278 tamu undangan dipastikan hadir dalam paripurna istimewa ini, termasuk unsur DPRD Provinsi, DPR RI, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Imron. Kehadiran unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat turut menambah kekhidmatan acara.
Menjelang pelaksanaan, kawasan DPRD Subang telah dipercantik dengan berbagai ornamen bernuansa tradisional. Hiasan gerbang megah dengan lilitan kain motif kotak-kotak hitam putih di tiang-tiang dinding menghadirkan kesan sakral sekaligus estetik, berpadu dengan suasana hijau di sekitarnya.
Di area kawasan DPRD juga tampak sejumlah janur kuning dipasang untuk mempercantik suasana. Selain itu, puluhan umbul-umbul dengan logo Hari Jadi ke-78 Subang berdiri berjajar, menambah semarak sekaligus memperkuat nuansa perayaan.
Berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan Hari Jadi ke-78 Subang tahun ini akan menghadirkan drama kolosal bertema “Seba Rasa Ka Lemah Subang” yang dimaknai sebagai persembahan rasa syukur untuk tanah kelahiran. Pertunjukan ini menjadi daya tarik utama sekaligus penguatan unsur budaya dalam rangkaian acara.
Selain itu, pembacaan sejarah Subang akan dikemas lebih naratif dan diperkaya dengan pembacaan pantun sebagai bagian dari penguatan identitas budaya daerah.
Rapat Paripurna Istimewa ini menjadi momentum refleksi perjalanan Kabupaten Subang selama 78 tahun sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga.





