Ketua pelaksana STIMA ke-7, Engkos Koswara menyebut STIMA setiap tahun digelar setiap bulan Agustus dengan konsep call paper atau semacam pemakalah artikel yang hadir dari berbagai perguruan tinggi.
“Konsepnya call paper semacam pemakalah artikel dari berbagai perguruan tinggi, dan saat ini yang masuk ke kami dari Universitas Majalengka, Universitas Galuh Ciamis, Universitas Wiralodra kemudian dari Universitas Widyatama,” ungkap Engkos.
Engkos menjelaskan, usai seminar nasional yang diisi 3 Narasumber yaitu Dedi Supandi (Asisten Pemerintahan dn Kesejahteraan Setda Prov. Jabar), Ade Bagdja (Direktur Teknologi dan Pengembangan PT. Pindad (Persero) periode 2013 -2021) dan Andri Irfan Rifai (data mining reseacher – UHTM Malaysia, Dekan FTSP Universitas Internasional Batam). Sesi berikutnya dilanjutkan dengan seminar paralel dengan 83 Pemakalah dan 83 Paper.
“Sudah ada 83 Pemakalah dan 83 Paper yang dipaparkan disesi berikutnya, mereka dibagi 6 Room, 1 Room sekitar 10 sampai 15 orang.” Papar Engkos.
Sedangkan untuk pesertanya sendiri sambung Engkos, terdiri dari dosen dan juga mahasiswa baik S1, S2, S3, dan mereka harus publikasi Paper. Sehingga Seminar tersebut kata dia sebagai ajang tukar pikiran dan berkumpulnya para peneliti sekaligus bersilaturahmi.
“Acara ini juga kami tidak sendiri kerjasama dengan 3 kampus yaitu Wiralodra, Galuh dan Universitas Internasional Batam sebagai Penyelenggara bersama,” ungkapnya.
Sementara Outputnya kata dia, sebagai hasil dari seminar tersebut berupa prosiding online yang akan dipublikasi di bulan September, sehingga nanti akan ada 83 tulisan yang akan terbit.
Hadir dalam Seminar Nasional tersebut, Rektor Universitas Majalengka Indra Adi Budiman, serta Sekretaris Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM).