Ragam

Gandeng Disnakertrans Papua Tengah, Pandawa Fisheries Subang Adakan Pelatihan Budidaya Ikan Metode Bioflok

×

Gandeng Disnakertrans Papua Tengah, Pandawa Fisheries Subang Adakan Pelatihan Budidaya Ikan Metode Bioflok

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Teknologi bioflok dalam budidaya perikanan semakin populer karena menawarkan berbagai keuntungan yang signifikan. Salah satu manfaat utama dari teknologi ini adalah hemat air dan memungkinkan padat tebar bibit ikan lebih tinggi. Selain itu, air kolam budidaya dengan metode bioflok dapat digunakan untuk aquaponik, karena air tersebut sudah mengandung zat hara yang siap diserap tanaman.

Penerapan teknologi bioflok di Kabupaten Subang sudah dimulai oleh beberapa kelompok pembudidaya perikanan. Saat ini, Pandawa Fisheries, sebagai kelompok profesional yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan, telah mengadakan pelatihan budidaya ikan metode bioflok tersebut. Dian Kustiadi, selaku penggagas sekaligus pemilik Pandawa Fisheries, telah menggandeng pemerintah Papua Tengah melalui Disnakertrans dan ESDM Provinsi Papua Tengah untuk mengadakan pelatihan budidaya ikan dengan metode bioflok ini.

Sedikitnya ada 30 Orang Asli Papua (OAP) yang mengikuti program pemberdayaan kewirausahaan ini yang rencananya akan diadakan selama kurang lebih 10 hari. Dian berharap bahwa pelatihan ini bisa memberikan nilai positif dan membangun kemandirian bagi peserta pelatihan.

“Melalui pelatihan budidaya ikan metode bioflok ini, kami berharap bahwa semua peserta bisa menjadi lokomotif dalam program ketahanan pangan nasional serta membangun jiwa kewirausahaan dan menularkan jiwa enterpreneur di lingkungan masing-masing,” ujar Dian.

Dian Kustiadi, owner sekaligus penyelenggara Pelatihan Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok

Menurut Dian, budidaya ikan dengan teknologi bioflok adalah pilihan tepat. “Budidaya ikan dengan metode bioflok ini dapat menghemat biaya operasional, efisiensi pakan, dan penggunaan air yang lebih sedikit sehingga lebih ramah lingkungan. Dengan sistem bioflok, tidak perlu sering mengganti air atau hanya sedikit mengganti air, sehingga biosecurity tetap terjaga. Limbah seperti kotoran ikan, alga, sisa pakan, dan amonia didaur ulang menjadi makanan alami berprotein tinggi,” ujarnya kepada awak TintaHijau.com pada Senin (29/7/2024) di Sawala Ageung Laska Hotel Subang.

Salah satu peserta, Renhard Weinand Samberi, perwakilan dari distrik Makimi, Nabire Papua Tengah, mengatakan bahwa dirinya sangat senang bisa menjadi peserta pelatihan ini. “Setelah mengikuti kegiatan ini, kami akan pulang ke Papua dan meneruskan ilmu yang saya dapat ini untuk memanfaatkan tempat yang luas, karena di sana kami memiliki cukup lahan yang belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Dengan ilmu yang saya dapat ini, saya berharap bisa membangun usaha perikanan dan peternakan di sana.”

Sementara itu, Pilep Rumy, selaku Seksi Bidang Pengembangan Transmigrasi, juga mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada pihak Pandawa Fisheries yang telah memberikan ilmunya untuk warga Papua Tengah. “Kami ingin masyarakat Orang Asli Papua bisa memanfaatkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini, karena mereka di sana semua punya lahan yang cukup namun teknik budidayanya belum paham,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gunawan Iskandar, selaku Sekretaris Dinas ESDM Papua Tengah, juga merasa optimis bahwa pelatihan ini bisa memberikan manfaat bagi warganya. “Kami dari Provinsi Papua Tengah yang merupakan Daerah Otonomi Baru, ingin mengembangkan masyarakat transmigrasi agar bisa lebih berkembang dengan peningkatan ESDM melalui pelatihan kewirausahaan ini. Para peserta bisa mengadopsi teknologi budidaya yang ada agar dapat memaksimalkan sumber daya yang ada di Papua,” tuturnya.

Dalam acara pembukaan tersebut, hadir pula sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten Subang seperti Kabid Perikanan Kabupaten Subang yang diwakili oleh Adriana, Kepala BLK Disnakertrans Ucu Kuswandi, dan Ketua Kadin Subang Ir. H. Agus Prabanto.

Selama 10 hari ke depan, para peserta akan mendapatkan pelatihan budidaya perikanan dengan metode bioflok, pertanian, dan peternakan budidaya ayam petelur. Pihak penyelenggara dan peserta yakin bahwa dengan pendampingan dan edukasi yang lebih intens, mereka bisa mengatasi berbagai tantangan yang ada.