SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hari pertama bulan Ramadan menuai sorotan. Sejumlah orang tua siswa sekolah dasar mengeluhkan anak-anak mereka membatalkan puasa setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.
Hal tersebut diungkapkan Dadan Hermawan, Kepala SDN Pelita Karya Jalancagak, Subang, melalui unggahan di media sosial. Ia menyampaikan bahwa pada hari pertama Ramadan, menu MBG yang dibagikan berupa roti meses, kacang atom regal, pisang, dan susu.
“MBG hari pertama di bulan Ramadan (roti meses, kacang atom regal, pisang & susu), sepulang anak-anak kelas bawah banyak orang tua yang japri wali kelas ‘PUASA ANAKNYA BATAL, menu MBG dimakan oleh anak-anak sebelum sampai rumah’,” tulis Dadan dalam unggahannya.
Ia juga menggambarkan kondisi siswa yang sedang belajar berpuasa namun tergoda untuk mengonsumsi makanan tersebut di perjalanan pulang. “Anak sekecil itu lagi puasa lihat susu dan pisang bikin puasa tumbang sebelum duhur,” lanjutnya.
Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan warganet. Asep Kurniawan berkomentar, “Besok hari kiamat pun, hanya MBG yang harus terus jalan usahanya.”
Abdul Rosyid menilai pelaksanaan program terkesan dipaksakan. “Maksa banget nih MBG,” tulisnya singkat.
Sementara itu, Hendra Noegraha menyoroti sisi teknis distribusi. “Riweuh aslinya, sekolah banjir MBG. Aya wae atuh kudu dianterin ke beberapa titik, sama guru udah kitu pada dimakan,” komentarnya.
Ada pula yang tetap mendukung program tersebut. “Hidup MBG,” tulis Nita Rosyana.
Di sisi lain, beberapa orang tua mengaku menghadapi situasi serupa. Salah satu akun menyebut anaknya yang masih duduk di kelas 1 SD sempat tergoda menu susu dan buah saat pulang sekolah, meski sebelumnya mampu berpuasa penuh selama beberapa hari.
Sejumlah pihak menilai perlu adanya penyesuaian mekanisme pembagian atau waktu distribusi agar tujuan pemenuhan gizi tetap berjalan tanpa mengganggu proses pembelajaran puasa bagi siswa sekolah dasar.





