JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengumumkan bakal menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 secara gratis di seluruh markas kepolisian. Fasilitas nonton gratis bagi publik ini disediakan secara serentak mulai dari tingkat kepolisian sektor (polsek), kepolisian resor (polres), kepolisian daerah (polda), hingga tingkat Markas Besar (Mabes) Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, inisiatif ini dirancang agar perhelatan akbar sepak bola sejagat yang dimulai pada Jumat (12/6/2026) dini hari waktu Indonesia dapat diakses sebagai hiburan rakyat, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tingkat lokal.
“Kami, Polri, akan membantu untuk mengajak masyarakat nobar, mulai Mabes, polda, polres, dan polsek di seluruh wilayah,” kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, seperti yang dilansir di KOMPAS.tv, Rabu (10/6/2026).
Jenderal Listyo Sigit menambahkan bahwa kehadiran ruang publik ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer kegembiraan yang merata di masyarakat.
“Sehingga kemudian ini bisa menjadi hiburan masyarakat, hiburan rakyat, sekaligus juga membantu menghidupkan ekonomi daerah dari sisi UMKM tingkat daerah.”
Selain menjadi sarana rekreasi, korps Bhayangkara juga akan memanfaatkan momentum berkumpulnya warga untuk menyelipkan edukasi penting mengenai pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
“Dan tentunya ini juga bagian dari kegiatan yang bisa kita selipkan untuk hal-hal yang bersifat edukasi terkait harkamtibmas,” ungkapnya.
“Saya kira dalam kesempatan ini saya ucapkan selamat dan mari kita nobar bersama-sama Piala Dunia untuk menjadi hiburan bagi kita semua,” tambah Kapolri.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, menyambut optimistis kolaborasi strategis bersama pihak kepolisian ini. Dukungan penuh dari aspek keamanan dan perizinan dinilai menjadi jaminan kelancaran acara yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Ini membuat kami optimistis tugas TVRI bukan hanya menyiarkan, tapi juga dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM yang terlibat dalam kegiatan nonton bareng,” ujar Tubagus.
Terlebih, rentang waktu siaran pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di zona waktu benua Amerika terbilang panjang, yakni bergulir sejak tengah malam hingga siang hari waktu Indonesia Barat. Jam tayang ini dianggap berpotensi besar memutar roda transaksi dagang para pelaku usaha kecil.
“Waktu pertandingan ini dari mulai jam 12 malam sampai 11 siang. Insyaallah ini kemudian di tengah situasi yang memang kita ingin dorong adalah ekonomi masyarakat dapat bergerak dari perhelatan Piala Dunia yang disiarkan TVRI,” pungkasnya.





