Ragam

Ditolak Masuk AS dan Dipulangkan, Wasit Piala Dunia Omar Artan Disambut Bak Pahlawan di Somalia

×

Ditolak Masuk AS dan Dipulangkan, Wasit Piala Dunia Omar Artan Disambut Bak Pahlawan di Somalia

Sebarkan artikel ini
Wasit Omar Artan disambut masyarakat di Mogadishu, Somalia, Rabu (10/6/2026), usai ditolak masuk Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti Piala Dunia 2026. (Sumber: Farah Abdi Warsameh/Associated Press)

MOGADISHU, TINTAHIJAU.com — Wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, Omar Artan, yang ditolak masuk ke Amerika Serikat (AS), tiba di Mogadishu pada Rabu (10/6/2026). Kedatangan sang pengadil lapangan hijau tersebut disambut secara masif oleh masyarakat luas layaknya seorang pahlawan nasional.

Ratusan warga, pejabat pemerintah, dan komunitas sepak bola lokal memadati Bandara Internasional Aden Adde untuk menyongsong kepulangan Artan. Begitu turun dari pesawat, wasit berlisensi FIFA ini langsung dikerubungi massa yang antusias dan diselimuti oleh bendera kebangsaan Somalia.

Sejarah mencatat bahwa Omar Artan seharusnya menjadi wasit pertama dalam sejarah sepak bola Somalia yang bertugas memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia. Namun, impian historis tersebut kandas saat ia menginjakkan kaki di Bandara Internasional Miami, AS, pada Sabtu (6/6/2026). Petugas imigrasi setempat menolak izin masuk Artan ke wilayah AS kendati ia telah mengantongi dan membawa dokumen resmi penunjukan dari badan sepak bola dunia, FIFA.

Badan Perbatasan dan Bea Cukai AS (CBP) berdalih penolakan tersebut didasari oleh alasan “keraguan latar belakang”. Menyusul keputusan otoritas imigrasi AS tersebut, FIFA kemudian terpaksa mengeluarkan nama Omar Artan dari daftar korps pengadil resmi Piala Dunia 2026.

Setibanya di tanah airnya, Artan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan moril yang ia terima dari pemerintah, masyarakat, dan FIFA.

“Saya berjanji, insyaallah, saya akan hadir di edisi (Piala Dunia) selanjutnya. Saya ingin masyarakat Somalia tetap tenang dan percaya diri,” ujar Artan, Rabu, dikutip dari Associated Press.

Insiden pengusiran Artan oleh otoritas Washington ini seketika memicu kontroversi global yang meluas, sekaligus membuat kapasitas AS sebagai salah satu tuan rumah ajang akbar Piala Dunia 2026 dipertanyakan. Tindakan negara penyelenggara yang menolak masuk ofisial resmi pilihan FIFA dinilai sebagai preseden yang sangat tidak biasa dalam sejarah olahraga global.

Menurut Isse Aden Abshir, penasihat senior di Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia, kebijakan diskriminatif ini berakar erat dari regulasi pembatasan perjalanan (travel ban) bagi warga negara Somalia yang diberlakukan sepihak oleh Washington beberapa waktu lalu. Diketahui pada Desember 2025, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan pembatasan perjalanan baru yang menyasar warga dari 40 negara, di mana Somalia secara resmi masuk ke dalam daftar cekal tersebut.

Sumber: KOMPAS