Ragam

Hati-hati! Enam Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Kesehatan Kuku

×

Hati-hati! Enam Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Kesehatan Kuku

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Kuku bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga mencerminkan kondisi kesehatan tubuh seseorang. Sayangnya, banyak orang tanpa sadar melakukan kebiasaan-kebiasaan yang justru dapat merusak kuku, membuatnya rapuh, mudah patah, hingga rentan terkena infeksi.

Kerusakan kuku tak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat menurunkan rasa percaya diri dan mengganggu kesehatan secara keseluruhan. Melansir Medical News Today, berikut enam kebiasaan yang sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan kuku:

1. Menggigit Kuku

Kebiasaan ini membuat kuku tampak tidak rapi dan merusak struktur alami kuku. Menurut American Academy of Dermatology, menggigit kuku dapat melemahkan bantalan kuku dan menyebabkan pertumbuhan tidak normal. Tak hanya itu, area kuku juga menjadi rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur.

2. Membiarkan Kuku Terlalu Panjang

Kuku yang terlalu panjang lebih mudah patah, terbelah, dan menjadi tempat menumpuknya kotoran serta bakteri. Studi dari Journal of Environmental Health (2017) bahkan menyebutkan kuku panjang sebagai salah satu media potensial penyebaran bakteri seperti E. coli dan Salmonella.

3. Menggunakan Produk Kuku Berbahan Kimia Keras

Produk seperti cat kuku dan lem dengan kandungan formaldehida, toluena, dan aseton bisa membuat kuku kering, rapuh, dan mengelupas. Untuk mencegah kerusakan, disarankan memilih produk kuku berlabel “non-toxic” atau yang lebih ramah bagi kesehatan.

4. Menggunakan Deterjen Tanpa Sarung Tangan

Paparan deterjen dan bahan pembersih rumah tangga tanpa pelindung dapat membuat kuku kering dan rapuh. Dermatology Research and Practice (2015) menyarankan penggunaan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga untuk menjaga kesehatan kuku dan kulit di sekitarnya.

5. Memotong Kutikula

Kutikula berfungsi sebagai pelindung alami dari kotoran dan infeksi. Memotong kutikula dapat meningkatkan risiko infeksi dan peradangan. American Academy of Dermatology menganjurkan agar kutikula cukup didorong perlahan, bukan dipotong.

6. Sering Mengganti Gel Manicure

Penggunaan gel manicure secara terus-menerus, terutama jika dilepas secara paksa, dapat membuat kuku menjadi tipis, kusam, dan mudah patah. Penelitian dari JAMA Dermatology (2019) menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa menimbulkan trauma jangka panjang pada kuku.

Menjaga kuku tetap sehat tidak hanya soal estetika, tetapi juga bagian penting dari perawatan diri secara menyeluruh. Mulailah menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas untuk kuku yang lebih kuat, bersih, dan sehat.