SUBANG, TINTAHIJAU.com – Menjadi pribadi yang dicintai Allah adalah harapan setiap muslim. Kabar baiknya, Islam mengajarkan bahwa jalan menuju cinta Allah tidak selalu melalui amalan yang berat.
Salah satunya adalah dengan menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui kepedulian, pertolongan, dan akhlak yang baik.
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia. Amal yang paling dicintai Allah adalah memberikan kebahagiaan kepada seorang muslim, meringankan kesulitannya, melunasi utangnya, atau menghilangkan rasa laparnya…”
(HR. ath-Thabrani, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).
Hadis ini mengajarkan bahwa membantu sesama bukanlah amalan biasa. Bahkan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa menemani seorang muslim untuk membantu menyelesaikan kebutuhannya lebih beliau sukai daripada beriktikaf selama sebulan di masjid.
Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang yang gemar menolong dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Cara Menjadi Pribadi yang Bermanfaat
Tidak harus menunggu kaya atau memiliki jabatan. Berikut beberapa amalan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari:
– Memberikan bantuan kepada orang yang sedang kesulitan, baik tenaga, waktu, maupun materi sesuai kemampuan.
– Menyebarkan ilmu yang bermanfaat, meski hanya satu nasihat atau pengetahuan yang membawa kebaikan.
– Menghibur dan menguatkan orang yang sedang bersedih, karena kata-kata yang baik juga merupakan sedekah.
– Menjadi pendengar yang baik, terutama bagi mereka yang membutuhkan teman berbagi.
– Membantu melunasi atau meringankan beban orang yang memiliki utang, jika memiliki kemampuan.
– Memberi makan atau membantu kebutuhan orang yang kekurangan, sebagai bentuk kepedulian sosial.
– Menjaga lisan dan akhlak, sehingga kehadiran kita membawa ketenangan, bukan masalah.
– Membiasakan diri membantu tanpa mengharap balasan, semata-mata mengharap ridha Allah.
Rasulullah SAW juga menjanjikan keutamaan besar bagi orang yang membantu saudaranya hingga urusannya selesai. Allah akan meneguhkan langkahnya pada hari ketika banyak manusia tergelincir. Janji ini menjadi motivasi agar kita tidak pernah bosan berbuat baik.
Pada akhirnya, menjadi pribadi yang bermanfaat tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi dari keikhlasan dan konsistensi dalam menghadirkan kebaikan. Bisa jadi, pertolongan kecil yang kita lakukan hari ini menjadi amal yang paling berat di timbangan kebaikan pada hari kiamat.





