SUBANG, TINTAHIJAU.com – Ada kalanya seseorang merasa doa-doanya belum juga menemukan jawaban.
Dalam keadaan seperti itu, Islam mengajarkan agar seorang hamba memperbanyak pujian kepada Allah sebelum memohon sesuatu.
Sebab, memuji Allah adalah adab terbaik dalam berdoa.
Salah satu zikir yang memiliki keutamaan besar adalah:
اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin: Allahu akbar abīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā.
Artinya: “Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.”
Keutamaan Zikir Ini
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW sedang memimpin salat, salah seorang sahabat mengucapkan zikir tersebut.
Setelah salat selesai, Rasulullah SAW bertanya siapa yang mengucapkannya. Ketika sahabat itu mengakuinya, beliau bersabda bahwa beliau sangat kagum karena pintu-pintu langit dibukakan untuk kalimat tersebut.
Hadis ini menunjukkan betapa agungnya kalimat pujian kepada Allah. Bukan hanya indah diucapkan, tetapi juga dicintai oleh Allah dan memiliki kedudukan yang tinggi.
Kapan Sebaiknya Dibaca?
Zikir ini dapat diamalkan dalam berbagai kesempatan, di antaranya:
– Setelah salat.
– Saat memulai doa.
– Pada waktu pagi dan petang.
– Ketika ingin memperbanyak zikir kepada Allah.
Yang paling penting bukan sekadar membacanya, tetapi menghadirkan hati yang ikhlas, khusyuk, dan penuh pengagungan kepada Allah.
Sering kali kita sibuk meminta, tetapi lupa memuji Sang Pemberi. Padahal, memulai doa dengan pujian kepada Allah merupakan salah satu adab yang diajarkan dalam Islam.
Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa membasahi lisan dengan zikir, memperbanyak pujian kepada Allah, dan mendapatkan keberkahan serta terkabulnya doa-doa terbaik.





