SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Semangat inklusivitas dan pelestarian budaya berpadu dalam kegiatan bertajuk “Different Hands, One Creative Spirit: Karya Tanpa Sekat – Eksplorasi Batik Cap Pelepah Pisang Ramah Disabilitas” yang digelar di SLB Negeri Trituna Subang, Senin (12/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 yang difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat. Program ini bertujuan membuka ruang kreatif bagi anak-anak disabilitas untuk mengenal sekaligus melestarikan warisan budaya batik melalui metode yang lebih inklusif dan mudah diakses.
Dalam workshop tersebut, para siswa diajak membuat batik menggunakan teknik cap berbahan pelepah pisang sebagai alat cetak alami pada media tote bag kanvas. Teknik ini dipilih karena dinilai lebih aman, sederhana, dan ramah bagi anak-anak disabilitas dibanding teknik batik tulis konvensional.
Kepala SLBN Trituna Subang menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia mengatakan para siswa sangat antusias mengikuti workshop karena sebagian besar memiliki ketertarikan pada aktivitas melukis dan seni.

“Kegiatan ini disambut baik oleh sekolah dan sangat ditunggu-tunggu oleh siswa karena mereka sangat menyukai kegiatan melukis dan untuk pertama kalinya mendapat kesempatan membatik,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani, S.IP. Ia menilai karya yang dihasilkan para siswa memiliki potensi untuk dikembangkan bersama program Dekranasda Kabupaten Subang.
“Program yang sangat menarik dan selaras dengan program Dekranasda, di mana kesempatan ini juga untuk perdana bisa melihat potensi anak-anak disabilitas yang mungkin ke depan bisa dilibatkan dalam membatik secara langsung bersama kami,” katanya.
Tak hanya itu, hasil karya para siswa juga menarik perhatian sektor pariwisata dan perhotelan. Sekretaris PHRI Kabupaten Subang, Fredy, mengaku terkesan dengan kualitas karya yang dihasilkan para siswa disabilitas.
“Saya sangat tertarik dengan program ini, baru pertama kali mendatangi kegiatan membatik bersama anak-anak disabilitas di SLBN Trituna yang memang ternyata hasil karyanya sangat bagus. Mungkin ke depan bisa dipasarkan dan bekerja sama dengan kami di kesempatan berikutnya,” ungkapnya.
Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya Srikandi Collective, Selasar Literasi, serta Jabar Bergerak Zilenial Kabupaten Subang. Sejumlah media lokal juga turut mendukung publikasi kegiatan tersebut, seperti TINTAHIJAU.com, Media Zilenial (Mezi), dan Cluetoday.id.
Penyelenggara kegiatan, Mela Santi, berharap apresiasi dari berbagai pihak dapat membuka peluang lebih luas bagi karya anak-anak disabilitas untuk tampil di ruang pameran hingga memiliki nilai ekonomi di masa mendatang.





