SUBANG, TINTAHIJAU.com – Saat menjalani ibadah puasa, tubuh mengalami kekurangan cairan akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman selama beberapa jam. Kondisi ini membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi. Beberapa tanda dehidrasi yang umum terjadi adalah urine berwarna gelap dan berbau tajam, mudah lelah, pusing, lesu, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang.
Tanpa disadari, ada beberapa makanan dan minuman yang justru bisa mempercepat hilangnya cairan dari tubuh jika dikonsumsi saat sahur atau berbuka puasa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan menghindari makanan serta minuman yang dapat memicu dehidrasi agar tetap terhidrasi selama berpuasa.
1. Soda
Minuman bersoda sering kali dikonsumsi saat berbuka karena terasa menyegarkan. Namun, soda bukanlah pilihan yang baik untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), soda mengandung gula tinggi yang dapat menyebabkan efek hipernatremik atau konsentrasi natrium yang tinggi dalam darah. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang kurang minum air.
Selain itu, kafein dalam soda juga bertindak sebagai diuretik ringan yang meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga memperbesar risiko dehidrasi.
2. Kopi
Kopi mengandung kafein yang bersifat diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urine. Efek ini berpotensi menyebabkan dehidrasi jika asupan cairan tidak cukup untuk menggantikan cairan yang hilang.
Kafein bekerja dengan menghambat reabsorpsi natrium di ginjal, sehingga tubuh mengeluarkan lebih banyak air dan elektrolit melalui urine. Oleh karena itu, mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan saat sahur atau berbuka dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
3. Makanan Tinggi Protein
Protein memang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, tetapi mengonsumsi protein dalam jumlah berlebihan dapat memicu dehidrasi. Hal ini karena metabolisme protein menghasilkan produk sampingan berupa nitrogen, yang harus dikeluarkan tubuh melalui urine. Proses ini membuat ginjal bekerja lebih keras dan menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan.
4. Makanan Ultra-Proses
Makanan ultra-proses, seperti makanan cepat saji dan makanan olahan, mengandung kombinasi garam, gula, dan lemak dalam jumlah tinggi yang dapat memperparah dehidrasi. Jenis makanan ini juga rendah kandungan air, sehingga tidak membantu menjaga hidrasi tubuh.
Konsumsi garam berlebih membuat tubuh menahan lebih banyak natrium, yang memicu rasa haus dan meningkatkan kebutuhan cairan untuk menjaga keseimbangan elektrolit. Sementara itu, makanan tinggi gula dapat meningkatkan kadar glukosa darah, yang membuat tubuh menarik lebih banyak air ke dalam aliran darah untuk menyeimbangkan kadar gula, sehingga cairan lebih cepat dikeluarkan melalui urine.
5. Makanan Tinggi Gula
Gula dapat menarik cairan dari sel-sel tubuh dan membuat kita lebih cepat merasa haus. Selain itu, makanan manis bisa menyebabkan lonjakan energi yang cepat, tetapi diikuti dengan rasa lemas setelahnya.
Saat sahur dan berbuka, sebaiknya hindari minuman bersoda, jus kemasan, serta makanan manis seperti kue, donat, dan permen. Mengurangi asupan gula dapat membantu tubuh tetap terhidrasi lebih lama selama berpuasa.
6. Sayuran Diuretik
Beberapa sayuran, seperti asparagus dan seledri, bersifat diuretik alami yang dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan hilangnya cairan lebih cepat. Kandungan seperti asparagin dalam asparagus dan phthalides dalam seledri merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak natrium dan air dari tubuh.
Meskipun efek ini bisa membantu mengurangi retensi air dan mendukung fungsi ginjal, konsumsi berlebihan tanpa disertai asupan cairan yang cukup dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi.
Agar tetap terhidrasi selama berpuasa, penting untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh. Mengurangi konsumsi soda, kopi, makanan tinggi protein, makanan ultra-proses, makanan tinggi gula, dan sayuran diuretik dapat membantu tubuh tetap terhidrasi lebih baik. Sebagai gantinya, pilih makanan dan minuman yang kaya akan air dan elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama menjalani ibadah puasa.





