JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Gula tersembunyi di banyak makanan sehari-hari, mulai dari roti hingga saus tomat. Tanpa disadari, konsumsi gula bisa saja melebihi batas yang direkomendasikan. Padahal, terlalu banyak gula dalam tubuh bisa berdampak buruk pada kesehatan, khususnya pada jantung dan pembuluh darah.
Kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung seperti gagal jantung, serangan jantung, dan stroke. Berikut ini beberapa tanda tubuh mengalami overdosis gula yang penting untuk dikenali:
1. Sering Haus dan Buang Air Kecil
Rasa haus yang berlebihan dan frekuensi buang air kecil yang tinggi adalah tanda awal bahwa tubuh mungkin kelebihan gula. Menurut Everyday Health, ginjal bekerja keras untuk menyaring kelebihan glukosa, yang menyebabkan sering buang air kecil.
2. Mudah Lapar tetapi Berat Badan Menurun
Penderita kadar gula darah tinggi sering kali merasa lapar (polifagia) meskipun berat badan terus menurun. Cleveland Clinic menyatakan bahwa tubuh yang tidak mendapatkan energi dari glukosa akan mulai memecah otot dan lemak sebagai sumber energi, menyebabkan penurunan berat badan yang tidak sehat.
3. Sering Kelelahan
Sering merasa lelah adalah tanda lain dari kadar gula darah yang tinggi. Lori Zanini, seorang ahli diet, menjelaskan bahwa ketidakmampuan tubuh memproses insulin dengan baik menyebabkan gula tertahan di darah, tidak masuk ke sel sebagai energi. Kondisi ini membuat tubuh kekurangan energi sehingga mudah lelah.
4. Penglihatan Buram dan Sakit Kepala
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kadar gula yang tinggi bisa menyebabkan lensa mata bengkak dan bentuknya berubah. Hal ini membuat penglihatan menjadi buram, disertai dengan sakit kepala yang sering.
5. Luka di Kulit Sulit Sembuh
Luka, goresan, atau memar yang sulit sembuh merupakan tanda diabetes. NIDDK menjelaskan bahwa kerusakan saraf akibat diabetes memperlambat sirkulasi darah, sehingga luka lebih lama sembuh dan lebih rentan terhadap infeksi. Luka yang terinfeksi bahkan bisa berisiko amputasi jika tidak segera diatasi.
6. Kaki dan Tangan Sering Kesemutan
Kadar gula yang tidak terkendali dapat menyebabkan neuropati diabetik atau kerusakan saraf. Menurut Everyday Health, kondisi ini menyebabkan sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki. Beberapa penderita juga mengalami nyeri pada bagian tubuh tersebut, terutama saat malam hari.
7. Perubahan Kulit
Perubahan pada kulit juga menjadi tanda kadar gula darah yang tinggi. Menurut American Diabetes Association (ADA), kulit penderita diabetes dapat menunjukkan kutil atau bercak gelap dan tebal di area tertentu, seperti leher, tangan, dan ketiak. Perubahan ini bisa menjadi tanda resistensi insulin.
8. Sering Mengalami Infeksi Jamur
Infeksi jamur di area genital sering terjadi pada penderita diabetes yang kadar glukosanya tinggi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat bahwa jamur Candida albicans dapat menyebabkan infeksi yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, dan keputihan yang tidak normal pada wanita. Kadar gula yang tinggi meningkatkan risiko infeksi jamur karena jamur ini “memakan” glukosa dalam tubuh.
9. Gusi Berdarah
Penyakit gusi adalah komplikasi diabetes yang umum terjadi. Menurut NIDDK, kadar gula tinggi menyebabkan peningkatan glukosa dalam air liur yang mengundang bakteri untuk membentuk plak, sehingga memicu penyakit gusi. Jika tidak diatasi, penyakit ini bisa berkembang menjadi periodontitis, yang dapat menyebabkan gusi terlepas dari gigi dan bahkan kehilangan gigi
Mengontrol asupan gula dan rutin memeriksa kadar gula darah sangat penting untuk mencegah komplikasi kesehatan serius. Jika Anda merasakan tanda-tanda di atas, segera konsultasikan dengan profesional medis untuk langkah penanganan yang tepat. Mengubah pola makan dan gaya hidup adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh dari risiko overdosis gula.





