Ragam

Kenali Resiko Mengkonsumsi Ikan Mentah dan Cara Pencegahannya

×

Kenali Resiko Mengkonsumsi Ikan Mentah dan Cara Pencegahannya

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Bagi Anda penggemar sushi atau sashimi, waspadai risiko kesehatan yang mungkin timbul dari mengonsumsi ikan mentah. Menurut Healthline, ada beberapa alasan mengapa ikan perlu dimasak sebelum dikonsumsi, salah satunya adalah untuk membunuh bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit.

Laman Cleveland Clinic merekomendasikan untuk memasak ikan hingga mencapai suhu internal minimal 145°F (62,77°C) guna mencegah penyakit yang ditularkan melalui makanan. Berikut ini adalah beberapa infeksi bakteri dan parasit yang dapat timbul dari konsumsi ikan mentah.

1. Infeksi Bacillus cereus

Infeksi Bacillus cereus biasanya terkait dengan konsumsi nasi yang terkontaminasi bersama makanan lain seperti ikan, sayuran, daging, dan susu. Infeksi ini ada dua jenis, yaitu tipe diare dan tipe muntah.

  • Tipe diare: Berkembang dalam waktu 6 hingga 15 jam dengan gejala diare berair dan mual ringan, tanpa muntah atau demam, yang biasanya hilang dalam 24 jam.
  • Tipe muntah: Muncul dalam waktu 1 hingga 5 jam dengan gejala mual, muntah, kram perut, dan diare.

2. Infeksi Vibrio parahaemolyticus

Infeksi ini berhubungan dengan konsumsi ikan dan kerang mentah atau setengah matang, terutama tiram. Gejala infeksi termasuk diare (kadang berdarah), kram perut, mual, muntah, sakit kepala, demam, dan menggigil. Infeksi ini bisa serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

3. Listeriosis

Listeriosis disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes yang bisa ditemukan dalam makanan laut mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, sayuran, dan makanan lainnya. Gejala termasuk sakit perut, diare, demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Pada kasus yang lebih parah, infeksi bisa menyebar ke sistem saraf, menyebabkan meningitis atau meningoensefalitis, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan orang lanjut usia. Pada wanita hamil, listeriosis bisa menyebabkan keguguran atau infeksi serius pada bayi baru lahir.

4. Infeksi Salmonella

Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica dengan gejala diare, demam, kram perut, mual, muntah, dan sakit kepala. Infeksi Salmonella bisa menjadi serius pada bayi, orang berusia di atas 65 tahun, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

5. Penyakit Anisakis

Penyakit ini disebabkan oleh larva nematoda Anisakis yang sering ditemukan pada ikan salmon Pasifik, monkfish, herring, haddock, flounder, dan fluke. Menelan cacing ini dapat menyebabkan sakit perut parah, mual, dan muntah dalam beberapa jam setelah makan. Jika cacing tidak dikeluarkan, bisa menyebabkan respons peradangan di usus. Pencegahan dapat dilakukan dengan membekukan ikan pada suhu minus empat derajat atau membekukannya dengan cepat pada suhu minus 31 derajat.

Untuk menghindari risiko infeksi, sebaiknya ikan dimasak hingga mencapai suhu yang direkomendasikan. Jika Anda tetap ingin mengonsumsi ikan mentah, pastikan ikan tersebut telah melalui proses pembekuan yang cukup untuk membunuh parasit. Tetap waspada dan bijak dalam memilih makanan agar terhindar dari penyakit yang dapat membahayakan kesehatan.