Ragam

Kesemutan di Kepala, Waspadai Penyebab dan Gejala yang Mengintai

×

Kesemutan di Kepala, Waspadai Penyebab dan Gejala yang Mengintai

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Kesemutan atau dalam istilah medis disebut parestesia merupakan kondisi yang ditandai dengan sensasi kebas atau mati rasa, seringkali disertai rasa seperti tertusuk jarum. Biasanya, kesemutan terjadi di tangan atau kaki, terutama saat seseorang berada dalam posisi yang sama terlalu lama. Ini terjadi akibat tekanan berkepanjangan pada saraf yang menghambat aliran darah ke bagian tubuh tersebut.

Namun, kesemutan juga bisa terjadi di bagian kepala. Sensasi ini mirip dengan kesemutan di tangan atau kaki, tetapi sering kali disertai dengan rasa panas atau terbakar yang bisa menjalar ke area wajah dan leher. Meskipun terkadang bersifat ringan, kesemutan di kepala bisa menjadi tanda dari kondisi medis tertentu yang perlu diwaspadai.

Penyebab Kesemutan di Kepala

Berikut beberapa penyebab umum kesemutan di kepala yang dikutip dari Medical News Today:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

ISPA seperti flu, influenza, dan sinusitis dapat menyebabkan peradangan jaringan yang menekan saraf di sekitar kepala dan wajah. Tekanan inilah yang memicu munculnya sensasi kesemutan atau mati rasa di kepala.

2. Cemas dan Stres

Kecemasan berlebih dan stres kronis dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini berdampak pada sistem saraf, memicu kesemutan sebagai respons tubuh terhadap tekanan emosional. Serangan panik pun bisa menjadi pemicu utama munculnya gejala ini.

3. Sakit Kepala Migrain

Migrain, terutama yang disertai aura, dapat mengganggu fungsi saraf sensorik. Selain rasa nyeri berdenyut, penderita migrain juga bisa mengalami kesemutan atau mati rasa di kepala sebagai bagian dari gangguan sensorik akibat penyempitan dan pelebaran pembuluh darah di otak.

4. Diabetes

Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf, termasuk saraf yang berada di sekitar wajah dan kepala. Tanpa penanganan yang tepat, komplikasi ini bisa memicu kesemutan di area kepala.

5. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjögren, dan sarcoidosis dapat menyerang saraf serta jaringan di sekitarnya. Jika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan saraf, gejala seperti kesemutan di kepala bisa muncul sebagai akibatnya.

6. Stroke

Kesemutan di kepala yang disertai gejala lain seperti kelemahan pada anggota gerak, kehilangan keseimbangan, atau kebingungan bisa menjadi tanda stroke. Kondisi ini menyebabkan kematian sel otak dan berisiko menimbulkan gangguan kognitif serta fisik jangka panjang.

Kapan Harus Waspada?

Meskipun kesemutan bisa bersifat sementara dan tidak berbahaya, jika terjadi secara berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, atau kelemahan pada tubuh, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Memahami penyebab kesemutan di kepala sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Jangan abaikan gejala ini, karena bisa menjadi sinyal awal dari kondisi medis yang lebih serius.