SUBANG, TINTAHIJAU.com – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Selain menjadi penanda awal tahun Hijriah, Muharram juga menjadi momentum bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah dan memperbarui tekad dalam meningkatkan kualitas iman serta amal saleh.
Tema “Meneladani Semangat Hijrah di Bulan Muharram” menjadi pesan yang relevan untuk disampaikan dalam khutbah Jumat.
Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, meninggalkan maksiat, serta memperkuat ketaatan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari). Hadis ini mengajarkan bahwa semangat hijrah dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga salat lima waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, serta menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amal ibadah. Di antaranya adalah berpuasa sunah, khususnya pada hari Asyura (10 Muharram), memperbanyak sedekah, mempererat tali silaturahmi, dan memperbanyak doa agar diberi keteguhan dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam.
Melalui khutbah Jumat bertema ini, diharapkan jamaah semakin termotivasi menjadikan tahun baru Hijriah sebagai awal perubahan yang lebih baik. Semangat hijrah hendaknya tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi tekad yang terus diwujudkan dalam setiap langkah kehidupan menuju ridha Allah SWT.





