SUBANG, TINTAHIJAU.com – Lebaran bukan hanya tentang kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga momen penuh makna yang sarat dengan tradisi turun-temurun.
Di Jawa Barat, masyarakat Sunda memiliki berbagai kebiasaan unik yang masih dilestarikan hingga kini.
Tradisi-tradisi ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan dan rasa syukur.
Berikut beberapa tradisi Lebaran khas Jawa Barat!
1. Nyekar
Nyekar merupakan tradisi berziarah ke makam keluarga atau leluhur menjelang Hari Raya.
Masyarakat biasanya membersihkan makam, menaburkan bunga, dan memanjatkan doa.
Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan pentingnya mendoakan orang yang telah tiada.
2. Ngadulag
Ngadulag adalah tradisi menabuh bedug yang dilakukan untuk menyambut datangnya Lebaran.
Biasanya dilakukan secara meriah oleh anak-anak hingga orang dewasa, bahkan sering dijadikan perlombaan.
Suara bedug yang bertalu-talu menciptakan suasana penuh kegembiraan menjelang hari kemenangan.
3. Nganteuran
Tradisi Nganteuran dilakukan dengan cara saling mengirim makanan kepada tetangga atau kerabat.
Hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, ketupat, dan kue-kue dibagikan sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur. Tradisi ini mempererat hubungan sosial antarwarga.
4. Ngapungkeun Balon
Ngapungkeun balon atau menerbangkan balon menjadi salah satu tradisi yang paling ditunggu, terutama oleh anak-anak.
Balon yang diterbangkan ke langit melambangkan harapan dan kebahagiaan di hari yang fitri. Suasana pun menjadi semakin semarak dan penuh warna.
Tradisi-tradisi ini menunjukkan bahwa Lebaran di Jawa Barat bukan sekadar perayaan, tetapi juga warisan budaya yang kaya akan makna.
Menjaga dan melestarikannya menjadi cara untuk menghormati nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.




