SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPIT Al-Majid Subang tahun ajaran 2026/2027 tampil berbeda.
Jauh dari praktik senioritas, sekolah menghadirkan MPLS yang dikemas kreatif, edukatif, religius, dan menyenangkan. Mulai dari pembiasaan ibadah, literasi digital, deklarasi anti-bullying, hingga jelajah alam menjadi bagian dari pengalaman para siswa baru selama sepekan.
Kepala SMPIT Al-Majid Subang, Siti Sari Fitriani, mengatakan MPLS bukan sekadar agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi fondasi pembentukan karakter dan budaya positif bagi peserta didik sejak hari pertama.
“Kami ingin setiap siswa baru merasa diterima sebagai keluarga besar Al-Majid. Karena itu seluruh rangkaian MPLS dirancang tanpa senioritas, tetapi penuh edukasi, kebersamaan, dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Hari pertama MPLS diawali dengan upacara pembukaan dan penyematan tanda peserta. Selanjutnya, para siswa mengikuti pembiasaan ibadah melalui Shalat Duha berjamaah, Shalat Dzuhur berjamaah, serta materi tentang akhlak, adab, dan budaya sekolah Al-Majid. Mereka juga dikenalkan dengan Gerakan 7 KAIH dan Budaya 7S sebagai bagian dari pembentukan karakter santun, disiplin, dan peduli sesama.
Pada hari kedua, siswa dibekali materi literasi digital agar mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, mereka diperkenalkan dengan tata tertib sekolah serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menjadi wadah pengembangan minat dan bakat.
Kegiatan berlanjut pada hari ketiga dengan praktik Gerakan ASRI (Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama) sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Bersamaan dengan itu, sekolah juga memperkuat komitmen sebagai Sekolah Ramah Anak yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah Deklarasi Sekolah Anti-Bullying pada hari keempat.
Dalam sesi yang menghadirkan Abah Unib Sobirin, para siswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya perundungan dan penyalahgunaan Napza, kemudian menandatangani komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.
Menurut Siti Sari Fitriani, pendidikan karakter harus dimulai sejak siswa pertama kali memasuki lingkungan sekolah. Karena itu, komitmen anti-bullying menjadi bagian penting dalam rangkaian MPLS.
“Bullying bukan sekadar candaan atau kenakalan biasa. Dampaknya bisa memengaruhi rasa percaya diri, kesehatan mental, hingga semangat belajar anak. Karena itu, sejak hari pertama masuk sekolah kami ingin menanamkan kepada seluruh siswa bahwa SMPIT Al-Majid adalah rumah yang aman, ramah, dan saling menghargai. Tidak ada tempat bagi segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, melalui deklarasi tersebut sekolah ingin membangun kesadaran bahwa setiap siswa memiliki hak untuk belajar dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa takut. Komitmen ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak dengan menanamkan nilai empati, saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin siswa memahami bahwa keberanian bukan ditunjukkan dengan merendahkan teman, melainkan dengan menghargai perbedaan, saling membantu, dan berani menghentikan bullying. Itulah karakter yang ingin kami bangun di SMPIT Al-Majid,” tambahnya.
Keseruan MPLS ditutup pada hari Jumat melalui kegiatan kepramukaan yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman. Para siswa mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), permainan penjelajahan atau mini jelajah alam dari pos ke pos, hingga pengelompokan kelas tahfidz. Seluruh kegiatan dirancang untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan kemampuan memecahkan masalah.
Rangkaian MPLS kemudian ditutup dengan upacara penutupan, pemberian penghargaan kepada regu terbaik, serta aksi peduli lingkungan melalui Operasi Semut sebagai pembiasaan menjaga kebersihan sekolah.
Dengan konsep yang inovatif dan jauh dari budaya senioritas, SMPIT Al-Majid Subang berharap para siswa baru dapat memulai perjalanan belajar dengan rasa percaya diri, karakter Islami yang kuat, serta semangat menjadi generasi yang berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.





