Entertainmen

Menjaga Marwah Budaya Sunda dan Menguatkan Peran Lansia di Era Modern Lewat FGD Budaya

×

Menjaga Marwah Budaya Sunda dan Menguatkan Peran Lansia di Era Modern Lewat FGD Budaya

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Di tengah derasnya arus hiburan modern dan pesatnya perkembangan teknologi digital, upaya menjaga eksistensi budaya Sunda menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang. Budaya yang kaya akan nilai kearifan lokal tidak cukup hanya dipelihara sebagai warisan masa lalu, tetapi juga perlu dikemas secara kreatif agar tetap hidup dan dekat dengan generasi masa kini.

Semangat tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Budaya bertema “Menjaga Marwah, Mengemas Pesona: Jabar di Era Hiburan Modern” yang diselenggarakan oleh Lantip Indonesia (Lansia Aktif Indonesia) bekerja sama dengan Pendopo Ojo Dumeh pada Minggu, 7 Juni 2026, di Pendopo Ojo Dumeh, Jalan Raya Tangkuban Parahu No. 52A, Cibogo, Lembang.

Kegiatan yang dipandu oleh L. Nina Nurlina, pendiri Sekolah Tari Gerak dan Literasi Ojo Dumeh tersebut menghadirkan akademisi, budayawan, praktisi seni, dan pemerhati budaya untuk berdiskusi mengenai tantangan serta strategi menjaga identitas budaya Jawa Barat di tengah perubahan zaman.

Enam narasumber turut menyampaikan pandangan dan gagasan mereka, yaitu Dr. Ismet Ruchimat, S.Sn., M.Hum.; Devi Supriatna, S.Sn., M.Sn.; Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA; Indrawati Lukman; L. Risyani, S.STS., M.Sn.; serta L. Ir. Hardy Pramono, M.Sc. selaku Ketua Lantip Jawa Barat.

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan inovasi. Kesenian tradisional, bahasa, sastra, serta nilai-nilai luhur Sunda perlu terus diwariskan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan pola konsumsi masyarakat modern.

Pemanfaatan media digital, penguatan pendidikan budaya sejak usia dini, serta kolaborasi antara pelaku seni dan industri kreatif menjadi beberapa strategi yang dianggap mampu memperluas jangkauan budaya Sunda hingga tingkat nasional maupun internasional.

Para peserta sepakat bahwa kemajuan teknologi tidak harus dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan menghidupkan kembali kekayaan budaya Sunda kepada masyarakat luas.

Lansia Tetap Berkarya dan Memberi Inspirasi

FGD budaya ini juga menjadi cerminan semangat Lantip Indonesia dalam mendorong para lansia agar tetap aktif, produktif, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, pendidikan, dan pemberdayaan, Lantip memberikan ruang bagi para lansia untuk terus berkarya serta berbagi pengalaman. Kehadiran para tokoh senior dalam forum tersebut menunjukkan bahwa usia bukanlah batas untuk tetap menjadi bagian dari proses pembangunan kebudayaan dan kehidupan sosial.

Dalam rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Lantip Jawa Barat juga menggandeng berbagai organisasi dan komunitas lansia, antara lain PBLB (Pegiat Bugar Lansia Kota Bandung), LLI Kota Bandung (Lembaga Lanjut Usia Indonesia), KLPI (Kebugaran Lansia dan Pra Lansia Indonesia), IAKMI Jawa Barat, serta KORMI Jawa Barat.

Selain FGD budaya, kegiatan turut diisi dengan podcast seni budaya, pemeriksaan kesehatan gratis, serta bincang kesehatan lansia yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan tenaga kesehatan dengan dukungan RS Edelweiss Bandung.

Lantip, Rumah Bersama Lansia Aktif Indonesia

Lansia Aktif Indonesia (Lantip) lahir dari keyakinan bahwa masa lanjut usia bukanlah akhir dari perjalanan produktif seseorang, melainkan babak baru kehidupan untuk terus berkarya, berbagi pengalaman, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Secara resmi, Lantip berdiri berdasarkan Akta Pendirian Perkumpulan Lansia Aktif Indonesia Nomor 09 tanggal 11 April 2018 dan telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor AHU-0007676.AH.01.07 Tahun 2018.

Di Jawa Barat, Lantip secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi, aktualisasi diri, serta pengembangan potensi para lansia. Organisasi ini meyakini bahwa pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Lantip terus mendorong terwujudnya kehidupan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia.

Bagi Lantip, menjadi lansia adalah sebuah cara hidup baru, masa ketika pengalaman terus dibagikan, inspirasi terus ditularkan, dan semangat memberi manfaat tidak pernah berhenti. Sebab, usia hanyalah hitungan waktu, sementara semangat untuk berkarya dan mengabdi kepada sesama tidak mengenal batas

Penulis: Kin Sanubary