Meskipun produk yabg dijual tidak dibatasi jenisnya, namun Hera menegaskan, produk yabg dijual harua dijelaskan kualitas dan kondisinya.
“Produk yang dijual harus dijelaskan secara DETAIL(Terperinci) kondisinya dengan jujur, baik itu gress (baru) atau second (barang bekas) agar customer mengetahuinya sejak awal akad,” imbuhnya
Yang menariknya, member grup ini tidak hanya mereka yang berjualan, tapi mereka pula yang jadi konsumen. “Aku dulu sempat ikut jualan juga, tapi sekarang malah jadi konsumen. Lumayan, jadi gak harus keluar rumah, terbantu banget,” kata salah seorang member grup, Ipiet Nurhayati
Salah seorang member grup, Yosephine mengaku terbantu dengan adanya grup Usahawan tersebut. Nine, sapaannya, yang tinggal di Jl. Wortel itu usaha donat dengan aneka toping.
Nine mengaku, setiap harinya dia bisa menjual 100 donat di komplek puri Subang Asri atau tanpa dijual ke warung-warung secara reseller.
“Kurang lebih 100 pcs, Alhamdulillah sangat membantu karena saya bisa langsung jual ke konsumen tanpa harus dititipkan ke warung,” kata Nine
Ketua RW 17 Puri Subang Asri, Nunu Noeradnan mengatakan grup Usahawan itu menjadi ekosistem usaha home made. Lewat grup itu, masing-masing member bisa menjual sekaligus pembeli produk.
Nunu, yang juga anggota grup usahawan itu mengaku bangga penjualan produk di grup tersebut cukup massif.
“Seperti nasi uduk, paling lama jam 7.30 sudah habis. Artinya, bukan hanya nilai bisnis, tapi bisa saling membantu warga lain, ini kan bagus,” kata Nunu.