JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Jagat Satwa Nusantara (JSN) dan Lembang Park & Zoo (LPZ) melakukan langkah strategis dalam upaya pelestarian Komodo melalui program pertukaran individu jantan. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai perpindahan satwa antarlembaga, melainkan sebagai bagian penting dari penguatan kualitas genetik populasi Komodo ex-situ (di luar habitat asli) di Indonesia.
Dalam pelaksanaan program tersebut, JSN mengirimkan Dodo, Komodo jantan berusia 3 tahun yang menetas di Jagat Satwa Nusantara pada 2 April 2023, untuk berpindah ke Lembang Park & Zoo. Sebagai bagian dari pertukaran, LPZ menyerahkan Sang, Komodo jantan berusia sekitar 1 tahun yang memiliki keunikan biologis karena lahir melalui proses partenogenesis (reproduksi tanpa pembuahan). Nama “Sang” sendiri diberikan langsung oleh Menteri Kehutanan Indonesia, Raja Juli Antoni.
Program pertukaran ini difokuskan untuk menghadirkan fresh blood atau penyegaran genetik bagi populasi yang dikelola oleh kedua lembaga. Variasi genetik dinilai sebagai faktor krusial dalam menjaga kualitas populasi, mencegah terjadinya inbreeding (perkawinan sedarah), serta mendukung keberhasilan program pengembangbiakan (breeding) jangka panjang.
Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara, Muhammad Fardhan Khan, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam membangun populasi Komodo ex-situ yang sehat dan berkelanjutan.
“Pertukaran komodo ini bukan sekadar perpindahan satwa antar lembaga, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun populasi komodo ex-situ yang sehat secara genetik dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa kolaborasi antar lembaga konservasi menjadi kunci penting dalam menjaga masa depan satwa endemik Indonesia,” ujar Fardhan seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.tv, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Kolaborasi ini mencerminkan penguatan sinergi pengelolaan satwa dilindungi di Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan. Kepala Seksi KSDA Wilayah 1 BKSDA Jakarta, Marwan Shofa, turut mengapresiasi program ini. Menurutnya, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keragaman genetik dan menghasilkan keturunan dengan kualitas yang lebih baik.
Senada dengan hal tersebut, pihak Lembang Park & Zoo berharap kerja sama ini dapat berlangsung secara berkelanjutan demi menghasilkan generasi Komodo yang lebih sehat di masa depan.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan ketat dari BBKSDA Jawa Barat, BKSDA DKI Jakarta, serta koordinasi bersama Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik di bawah Ditjen KSDAE. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan memenuhi standar kesejahteraan satwa (animal welfare) dan sejalan dengan prinsip konservasi nasional.
