JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas untuk mempercepat capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta meningkatkan jumlah penerima manfaat dari kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B dalam dua minggu ke depan.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan instruksi tersebut merupakan bagian dari strategi re-focusing program untuk menekan angka stunting nasional.
“Sekarang sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B. Saat ini, capaian kita baru sekitar 9 juta, sementara data dari Kementerian Kesehatan mencapai 22 juta sampai 26 juta,” ujar Nanik di Jakarta, seperti yang dimuat di laman KOMPAS.tv, dikutip Rabu (13/5/2026).
BGN menilai masih terdapat kesenjangan besar antara capaian program dengan target sasaran nasional. Karena itu, seluruh SPPG diminta melakukan pendataan aktif dan mengoptimalkan layanan di lapangan.
Menurut Nanik, program pemenuhan gizi harus lebih agresif menyasar kelompok 3B agar upaya pemerintah memperbaiki gizi anak dan menurunkan prevalensi stunting dapat berjalan maksimal di seluruh daerah.
Selain itu, BGN juga menyiapkan sanksi administratif bagi SPPG yang dinilai tidak memenuhi target penerima manfaat kategori 3B.
“Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan di-suspend,” kata Nanik.
Kebijakan penghentian operasional sementara tersebut disebut dilakukan untuk menjaga kedisiplinan pelaksana program dan memastikan bantuan gizi tepat sasaran bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.





