Ragam

Rancang Keranda Ergonomis, Mahasiswa ISI Solo Raih Juara II Tingkat Nasional

×

Rancang Keranda Ergonomis, Mahasiswa ISI Solo Raih Juara II Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Desain keranda jenazah Robiantoro Rinto Wijaya, mahasiswa ISI Solo. (DOK. ISI Solo)

SOLO, TINTAHIJAU.com — Sebuah inovasi unik dan fungsional lahir dari tangan Robiantoro Rinto Wijaya, mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Ia berhasil menyingkirkan ribuan peserta dan meraih Juara II dalam sayembara desain keranda jenazah yang diselenggarakan oleh Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Pemenang kompetisi ini telah diumumkan pada 3 Maret lalu.

Sayembara ini digelar dengan tujuan yang spesifik: mencari desain keranda yang ergonomis, di mana jenazah dapat tetap stabil selama diangkut, sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pengusungnya.

Menjawab tantangan tersebut, Robiantoro memfokuskan rancangannya pada tiga pendekatan utama, yaitu ergonomi, keamanan, dan higienitas. Ia menciptakan desain yang memiliki distribusi beban seimbang dan menggunakan material yang ringan namun kokoh.

Dosen pembimbing proyek ini, Eko Sri Haryanto, mengungkapkan bahwa proses perancangan hingga penyusunan gambar desain dilakukan secara intensif hanya dalam waktu tiga hari melalui diskusi dan konsultasi yang berkelanjutan.

“Keranda yang beredar di masyarakat umumnya belum memperhatikan distribusi beban yang baik dan aspek higienitas. Melalui desain ini kami mencoba menawarkan solusi yang lebih manusiawi bagi pengusung jenazah tanpa menghilangkan nilai sakral dalam prosesi pemakaman,” jelas Eko, dikutip dari laman resmi ISI Solo, Kamis (12/3/2026).

Keunggulan Teknis dan Material Inovatif

Desain keranda karya Robiantoro tidak hanya mengandalkan estetika, tetapi juga menghadirkan fitur-fitur yang menyelesaikan masalah di lapangan. Berikut adalah beberapa keunggulan dari keranda jenazah tersebut:

  • Tuas Pegangan Nyaman: Pegangan keranda dilapisi bantalan sejenis karet atau spons dengan finishing kain ripstop yang memiliki daya tahan standar militer. Hal ini memastikan tangan pengangkat keranda tidak merasa kesakitan.
  • Roda Mobilitas: Terdapat roda pada bagian bawah keranda untuk memudahkan mobilitas di area datar, seperti pelataran masjid atau lorong rumah sakit.
  • Penahan Posisi Jenazah: Keranda menggunakan alas metal sheet yang melengkung ke bawah, ditambah dengan tali pengikat webbing quick release buckles. Fitur ini memastikan jenazah tidak bergeser ke kanan, kiri, atau berpindah posisi saat diangkat.
  • Material Stainless Steel: Rangka dibuat menggunakan stainless steel sehingga anti-karat, tahan cuaca, mudah dibersihkan, dan bahan bakunya mudah ditemukan untuk keperluan produksi massal.
  • Sistem Pop-Up: Untuk menghemat ruang penyimpanan, keranda dilengkapi sistem pop-up yang menggunakan hollow stainless kotak dan pengunci spring lock button. Bagian-bagiannya juga didesain agar mudah dibongkar-pasang menggunakan kunci sekrup untuk mempermudah proses pembersihan.

Capaian ini menjadi bukti kompetensi akademik dan kemampuan praktis mahasiswa Prodi Desain Interior ISI Solo. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan peran ISI Solo sebagai institusi pendidikan seni yang konsisten mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.