SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Perguruan tinggi STIQ As-Syifa resmi bertransformasi menjadi Institut As-Syifa. Perubahan ini menjadi bagian dari penguatan sistem pendidikan terpadu yang dikembangkan oleh Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.
Institut yang berdiri sejak 2021 itu kini memasuki fase baru pengembangan kelembagaan. Transformasi tersebut tidak hanya sebatas pergantian nama, tetapi juga perluasan peran akademik dengan rencana pembukaan berbagai program studi baru.
Jika sebelumnya STIQ As-Syifa hanya membuka Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, ke depan Institut As-Syifa akan menghadirkan program studi yang lebih beragam untuk menjawab kebutuhan pendidikan masa kini.
Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Lalu Agus Pujiartha, menyampaikan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari visi besar pengembangan pendidikan berbasis nilai Al-Qur’an yang berorientasi global.
“Kami memiliki mimpi menghadirkan Institut Internasional As-Syifa. Perjuangan pendidikan ini bukan perjuangan lokal. Dari Subang untuk Jawa Barat, dari Subang untuk Indonesia, dan dari Subang untuk dunia. InsyaAllah ke depan di tempat ini akan hadir Universitas As-Syifa,” ujarnya.
Peluncuran Institut As-Syifa turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan Islam di daerah.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya visi besar dalam membangun lembaga pendidikan.
“Sebuah lembaga pendidikan harus memiliki visi dan mimpi bersama. Tanpa mimpi, lembaga tidak akan berani tumbuh besar. Kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut, termasuk bagi As-Syifa yang membawa nama Al-Qur’an sebagai ruh seluruh civitas akademikanya,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Subang melalui Asisten Daerah, Rahmat Effendi, yang hadir mewakili Wakil Bupati Subang. Pemerintah daerah menilai kehadiran Institut As-Syifa sebagai langkah strategis dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keislaman.
“Kehadiran Institut As-Syifa merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap institusi ini mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Institut As-Syifa berlokasi di Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, yang menjadi pusat pengembangan pendidikan berbasis Al-Qur’an di wilayah tersebut.
Dengan dukungan tenaga pengajar, sistem pendidikan terpadu, serta fasilitas yang representatif, Institut As-Syifa diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu berbasis Al-Qur’an yang mampu melahirkan generasi unggul serta berkontribusi bagi daerah, bangsa, hingga tingkat global.





