SUBANG, TINTAHIJAU.COM – RSUD Subang mengajak masyarakat lebih waspada terhadap hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dikenal sebagai the silent killer. Penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala, namun dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.
Direktur RSUD Subang, dr. Ahmad Nasuhi, mengatakan hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian masyarakat karena risikonya yang cukup besar terhadap kesehatan tubuh.
“Banyak penderita hipertensi tidak menyadari tekanan darahnya tinggi karena sering tanpa keluhan. Padahal, jika dibiarkan dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, gangguan ginjal hingga gangguan penglihatan,” ujar dr. Ahmad Nasuhi.
Melalui edukasi kesehatan yang disampaikan di media sosial resmi, RSUD Subang menjelaskan klasifikasi tekanan darah. Kondisi hipertensi ditegakkan apabila tekanan sistolik mencapai ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg dalam kondisi tenang.
RSUD Subang juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan hipertensi, seperti rutin berolahraga, mengatur pola makan sehat dan seimbang, menghindari rokok, mengelola stres, serta rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah.
Selain itu, penderita hipertensi diimbau disiplin menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan secara berkala agar komplikasi dapat dicegah sedini mungkin.
“Deteksi dini dan pengobatan teratur sangat penting agar kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penyakit berat bisa ditekan,” katanya.
Sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Subang juga menyediakan layanan Poliklinik Jantung dengan jadwal praktik dokter spesialis jantung sebagai berikut:
- dr. Oddy Litanto, Sp.JP(K), FIHA — pelayanan pagi setiap Senin dan Rabu.
- dr. Ratna Sari Dewi, Sp.JP, FIHA, MARS — pelayanan pagi setiap Selasa dan Kamis.
- dr. Oddy Litanto, Sp.JP(K), FIHA — pelayanan sore setiap Selasa.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jantung dan tekanan darah secara rutin demi mencegah risiko penyakit yang lebih serius.





