SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Anggota DPRD Subang dari Fraksi PKS, Evi Nurafiah, melaksanakan kegiatan reses di enam titik di wilayah Kabupaten Subang. Dari jumlah tersebut, tiga titik telah rampung dilaksanakan, sementara tiga titik lainnya masih dalam proses.
Dalam kegiatan reses tersebut, Evi menegaskan pentingnya kehadiran anggota dewan di tengah masyarakat untuk mendengar langsung berbagai aspirasi warga. Ia menyebut, reses menjadi momentum penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kalau kita tidak turun ke lapangan, kita tidak tahu keluhan masyarakat, apa yang diinginkan masyarakat agar kita membangun Subang itu lebih baik lagi, lebih bagus lagi,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat harus berjalan selaras. Jika tidak, hal tersebut justru akan menyulitkan dalam pelaksanaan pembangunan ke depan.
“Kalau hanya keinginan antara pemerintah dengan masyarakat tidak sejalan, ini repot ke depannya,” katanya.
Evi juga menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Ia menyebut aspirasi dari bawah menjadi kunci utama dalam menentukan arah kebijakan.
“Jadi kita memang harus duduk bersama, kerja sama dan harus mendengarkan aspirasi terutama dari bawah,” ungkapnya.
Dalam reses tersebut, sejumlah persoalan yang banyak disampaikan masyarakat di antaranya terkait infrastruktur jalan dan drainase. Ia menilai, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak lanjutan.
“Kalau drainase tidak diperbaiki, jalannya bagus, drainasenya jelek, nanti akan berdampak, jalan pun akan menjadi rusak,” jelasnya.
Ia berharap, ke depan pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara terintegrasi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, ia juga menyinggung dampak positif dari pertumbuhan industri dan program-program nasional terhadap perekonomian daerah.
“Insya Allah kalau drainasenya sudah bagus, jalan sudah bagus, ini akan memfasilitasi masyarakat dengan baik dan mendorong pergerakan ekonomi,” pungkasnya.





