Ragam

Subang Absen, Ini 10 Daerah di Jawa Barat dengan Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak

×

Subang Absen, Ini 10 Daerah di Jawa Barat dengan Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Kabupaten Subang belum berhasil menembus daftar 10 besar daerah dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak di Jawa Barat pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat dalam publikasi Jabar Dalam Angka 2025, posisi teratas justru ditempati Kabupaten Bekasi.

Dari total 1.129 perpustakaan terakreditasi di Jawa Barat, Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan koleksi perpustakaan terakreditasi terbanyak, yakni mencapai 112 unit. Kota Bandung menyusul di posisi kedua dengan 107 perpustakaan, sedangkan Kabupaten Bandung Barat berada di urutan ketiga dengan 105 perpustakaan.

Kabupaten Sukabumi menempati posisi keempat dengan 92 perpustakaan terakreditasi, disusul Kabupaten Kuningan dengan 89 perpustakaan.
Adapun lima daerah lainnya yang masuk 10 besar adalah Kabupaten Bandung (54 perpustakaan), Kota Sukabumi (52), Kabupaten Bogor (51), Kabupaten Cirebon (44), dan Kota Bogor (42).

Tidak masuknya Kabupaten Subang dalam daftar tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah upaya peningkatan budaya literasi di daerah. Akreditasi perpustakaan menjadi salah satu indikator penting kualitas layanan, pengelolaan, koleksi, hingga pemenuhan standar nasional perpustakaan.

10 Daerah dengan Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak di Jawa Barat 2025:

  1. Kabupaten Bekasi – 112 perpustakaan
  2. Kota Bandung – 107 perpustakaan
  3. Kabupaten Bandung Barat – 105 perpustakaan
  4. Kabupaten Sukabumi – 92 perpustakaan
  5. Kabupaten Kuningan – 89 perpustakaan
  6. Kabupaten Bandung – 54 perpustakaan
  7. Kota Sukabumi – 52 perpustakaan
  8. Kabupaten Bogor – 51 perpustakaan
  9. Kabupaten Cirebon – 44 perpustakaan
  10. Kota Bogor – 42 perpustakaan

Absennya Subang dari daftar 10 besar menunjukkan masih adanya ruang untuk meningkatkan jumlah perpustakaan yang memenuhi standar akreditasi nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi di daerah.