Megapolitan

Diduga Ikuti Google Maps, Pemotor WNA Terobos Gerbang Tol Pasteur

×

Diduga Ikuti Google Maps, Pemotor WNA Terobos Gerbang Tol Pasteur

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar wna naik motor masuk tol (Foto: Istimewa)

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Seorang Warga Negara Asing (WNA) yang mengendarai sepeda motor terpantau nyasar dan memasuki ruas Jalan Tol Padaleunyi melalui Gerbang Tol (GT) Pasteur, Kota Bandung, pada Kamis (18/6/2026) siang sekitar pukul 12.15 WIB.

Insiden masuknya kendaraan roda dua ke jalur bebas hambatan ini dibenarkan oleh Humas Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Panji Satriya. Berdasarkan keterangan Panji, pengendara tersebut diduga kuat keliru lantaran mengikuti arahan dari aplikasi navigasi.

“Informasi tersebut benar. Ada pengendara roda dua warga negara asing yang memasuki jalan tol melalui GT Pasteur pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 12.15 WIB,” ujar Panji memberikan konfirmasi seperti yang dikuip dari laman PRFM News.

Panji menjelaskan bahwa WNA tersebut diduga mengikuti rute dari Google Maps yang sebelumnya diatur untuk mode kendaraan roda empat (mobil), sehingga diarahkan masuk ke dalam jalan tol.

Lebih lanjut, Panji mengungkapkan bahwa petugas yang bersiaga di area gerbang tol sebenarnya sudah berupaya mencegah dan memberikan peringatan kepada WNA tersebut. Namun, peringatan itu tampaknya tidak dihiraukan.

“Ketika melintas, pengendara sempat diteriaki oleh petugas. Namun yang bersangkutan tetap melaju dan masuk ke jalan tol,” tambahnya.

Mengetahui adanya sepeda motor yang terlanjur melaju di dalam ruas tol, petugas di lapangan langsung mengambil tindakan cepat dengan berkoordinasi bersama pihak Patroli Jalan Raya (PJR). Langkah ini dilakukan untuk segera melakukan pengamanan dan evakuasi guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Setelah dilakukan pemantauan melalui sistem dan petugas di lapangan, WNA beserta sepeda motornya akhirnya berhasil dihentikan. “Petugas kemudian berkoordinasi dengan PJR dan pengendara roda dua tersebut berhasil diamankan serta dikeluarkan melalui GT Baros 2,” jelas Panji.

Menyusul kejadian ini, pihak Jasa Marga kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa disiplin memperhatikan rambu-rambu lalu lintas di lapangan, serta tidak bergantung sepenuhnya pada gawai.

Pengguna jalan juga diminta agar memastikan pengaturan jenis kendaraan pada aplikasi navigasi telah sesuai sebelum memulai perjalanan. Hal ini sangat penting guna menghindari kesalahan rute fatal yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.