Ragam

Tangani Masalah Pasien, Kepala Dinkes Subang Berangkat ke RS Bayu Asih Purwakarta

×

Tangani Masalah Pasien, Kepala Dinkes Subang Berangkat ke RS Bayu Asih Purwakarta

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Keluarga pasien mengirimkan pesan ke akun media sosial Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi.

Ada dua akun yang mengirimkan pesan tersebut dan menyebut pasien yang dirawat di RS Bayu Asih Purwakarta tak segera dioperasi. Mereka mempertanyakan apakah hal itu disebabkan pasien menggunakan BPJS.

Mendapatkan pesan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, dr. Maxi, langsung berangkat ke RS Bayu Asih untuk memvalidasi informasi.

Dr. Maxi menjelaskan, pasien dimaksud adalah Samsul, warga Desa Krajan Batangsari, Kecamatan Sukasari. Pasien sebelumnya mengalami kecelakaan pada 3 Juli lalu dan sempat menjalani operasi di RS Sentosa. Setelah pulang, pasien mengalami kejang dan dirujuk ke RS Bayu Asih Purwakarta.

“Pak Samsul saat ini dirawat di ruang Teratai RS Bayu Asih. Dari catatan medis dan hasil pembicaraan dengan kepala ruangan, selain kejang pasien juga mengalami patah tulang iga kanan,” jelas dr. Maxi.

Menurut tim dokter penanggung jawab, prioritas perawatan saat ini difokuskan pada penanganan kejang akibat gangguan pada otak. Untuk membantu pernapasan pasien, telah dilakukan pemasangan trakeostomi.

“Penanganan utamanya diarahkan ke kejang yang dialami pasien karena ada gangguan di otak. Trakeostomi sudah terpasang untuk membantu jalan napas pasien,” tambah dr. Maxi.

Ia menegaskan, RS Bayu Asih belum merencanakan operasi karena fokus utama adalah mengendalikan kejang yang disebabkan oleh infark — kondisi ketika aliran darah ke otak terhambat sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen.

“Bukan karena BPJS. Tidak ada hubungannya. Dokter sekarang sedang fokus menangani kejangnya dulu. Tadi kami lihat di ruangan, pasien memang sedang kejang,” tegasnya.

Dr. Maxi juga menyampaikan apresiasi kepada RS Bayu Asih yang telah memberikan perawatan intensif kepada pasien Samsul. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga pasien yang telah menyampaikan masalah yang dihadapi, sehingga pemerintah bisa segera memberikan perhatian.

Pihak keluarga Samsul, di hadapan Kepala Dinkes Subang dan pihak rumah sakit, menyampaikan permohonan maaf. Mereka menjelaskan pesan ke media sosial Bupati dikirimkan karena suasana kebatinan saat melihat kondisi pasien.