Ragam

Terinspirasi WIFF 2026, Warga Dorong Festival Budaya Asia Jadi Agenda Tahunan di Subang

×

Terinspirasi WIFF 2026, Warga Dorong Festival Budaya Asia Jadi Agenda Tahunan di Subang

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Kesuksesan penyelenggaraan West Java International Fun Folk Festival (WIFF) 2026 di Alun-Alun Subang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ribuan warga yang memadati lokasi acara dinilai menjadi bukti besarnya antusiasme publik terhadap event budaya berskala internasional.

Terinspirasi dari kemeriahan festival yang menghadirkan delegasi dari Indonesia, India, Filipina, Malaysia, dan Rusia itu, warga kini mendorong Pemerintah Kabupaten Subang menjadikan festival budaya internasional sebagai agenda tahunan. Bahkan, mereka berharap Subang suatu saat mampu menggelar Festival Budaya Asia yang melibatkan lebih banyak negara.

Salah seorang warga Subang, Ipiet NH, mengatakan WIFF 2026 menunjukkan bahwa masyarakat Subang merindukan kegiatan-kegiatan positif yang mampu menghadirkan hiburan berkualitas sekaligus mengangkat nama daerah.

“Di tengah dahaga masyarakat akan event, saya mendorong pemerintah agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan. Bahkan kalau memungkinkan, Subang memiliki Festival Budaya Asia yang lebih besar lagi,” ujar Ipiet.

Menurutnya, festival budaya internasional memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar pertunjukan seni. Event seperti ini dapat menjadi magnet yang menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Kabupaten Subang.

Ia menilai semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga pelaku UMKM.

Selain itu, festival budaya juga menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Subang kepada dunia. Tidak hanya destinasi wisata, tetapi juga seni tradisional, budaya lokal, produk kreatif, hingga keramahan masyarakatnya.

“Festival ini menjadi panggung yang tepat untuk memperkenalkan Subang. Delegasi yang datang nantinya akan membawa cerita tentang budaya, pariwisata, dan keramahan masyarakat Subang ke negara asal mereka,” katanya.

Ipiet juga menilai pertemuan delegasi dari berbagai negara dapat memperkuat hubungan budaya antarbangsa. Melalui pertukaran seni dan tradisi, festival seperti ini mampu membangun persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor pariwisata, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

“Festival budaya bukan hanya soal hiburan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk promosi daerah, memperkuat hubungan budaya dengan negara-negara Asia, sekaligus membangun citra Subang di mata dunia,” ujarnya.

Ia berharap kesuksesan WIFF 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Subang untuk menyusun kalender event internasional secara berkelanjutan. Dengan persiapan yang lebih matang dan dukungan berbagai pihak, menurutnya bukan tidak mungkin Subang akan dikenal sebagai salah satu pusat penyelenggaraan festival budaya internasional di Indonesia.

“Kalau ini dilakukan secara konsisten setiap tahun, saya yakin festival budaya akan menjadi ikon baru Kabupaten Subang sekaligus mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” pungkasnya.