Ragam

Tiga Siswi SD di Majalengka Berani Wawancarai Bupati dan Tokoh PKS, Soroti Peran Gen Alpha

×

Tiga Siswi SD di Majalengka Berani Wawancarai Bupati dan Tokoh PKS, Soroti Peran Gen Alpha

Sebarkan artikel ini

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com – Momentum Halal Bihalal yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Majalengka di Saung Nganteur Kahayang, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, menyisakan cerita inspiratif.

Tiga remaja putri yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) tampil percaya diri dengan mewawancarai sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketiga siswi tersebut yakni Ghaziyah Hafidzah Permata An Nur, Rania Fajriatun Nur Hasanah, dan Raika Arsyila Hermawan. Mereka secara langsung meminta komentar dan harapan terkait eksistensi Generasi Alpha dari sedikitnya delapan tokoh, termasuk Bupati Majalengka.

“Pastinya senang sekali bisa mewawancarai Pak Bupati. Walaupun grogi, beliau memberikan dukungan yang sangat positif agar kami sebagai Gen Alpha mempersiapkan diri menjadi putra-putri berkualitas untuk menjadi pemimpin masa depan dengan giat belajar dan berdoa serta mendapat restu orang tua,” ujar Ghaziyah, Senin (13/4/2026).

Selain Bupati, ketiganya juga mewawancarai sejumlah tokoh lainnya seperti Dr. Encep (Anggota DPRD Jawa Barat dari PKS), H. Ateng Sutisna (Anggota DPR RI), Kang Dehan (Wakil Ketua DPRD Majalengka), Ridwan Solihin (DPW PKS Jawa Barat), Hj. Dhora Darojatin (Ketua Fraksi PKS DPRD Majalengka), Hj. Lia Yulianingrum (Kepala TK Al Luqman Majalengka), serta H. Nono (Anggota Fraksi PKS DPRD Majalengka).

Ghaziyah menyampaikan, para tokoh tersebut memberikan berbagai motivasi bagi Generasi Alpha. Dr. Encep, misalnya, menilai kehadiran Gen Alpha sebagai bagian dari persiapan menuju generasi emas Indonesia. Sementara H. Ateng Sutisna mendorong pentingnya pendidikan dan keterampilan serta membuka ruang fasilitasi melalui rumah aspirasi.

Adapun Kang Dehan menekankan pentingnya pendidikan gratis selama 12 tahun disertai pengembangan keterampilan. Ridwan Solihin juga mengingatkan agar Generasi Alpha memiliki cita-cita luhur yang diwujudkan melalui semangat belajar, doa, dan restu orang tua.

Dua tokoh perempuan yang diwawancarai, yakni Hj. Dhora Darojatin dan Hj. Lia Yulianingrum, turut memberikan pesan serupa. Keduanya mendorong Generasi Alpha untuk disiplin, berbakti kepada orang tua, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan penuh rasa syukur dan kesiapan diri.

Sementara itu, H. Nono menegaskan bahwa tongkat estafet kepemimpinan bangsa ke depan akan berada di tangan Generasi Alpha. Ia pun berpesan agar generasi tersebut terus mengasah kreativitas serta menjaga ketaatan kepada orang tua.

Ghaziyah menambahkan, hasil wawancara yang dikemas dalam bentuk video tersebut saat ini masih diperuntukkan bagi kalangan internal PKS Majalengka, khususnya Baraya Ateng dan Baraya Dehan.

Sebagai informasi, Generasi Alpha merupakan kelompok yang lahir antara tahun 2010 hingga sekitar 2024–2025. Mereka dikenal sebagai generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di era digital dan menjadi bagian dari calon pemimpin masa depan Indonesia.

(Echa)