JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Menjelang puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 2026, penggunaan sepeda motor masih menjadi pilihan sebagian masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Namun, berkendara jarak jauh dengan roda dua memerlukan persiapan khusus demi menjaga keselamatan di jalan.
Praktisi otomotif, Anjar Leksana, memberikan sejumlah panduan teknis bagi pemudik yang akan menempuh perjalanan jauh. Salah satu poin utama yang ia tekankan adalah mengenai pembatasan beban muatan pada kendaraan.
“Kalau misal berkendara menggunakan sepeda motor itu pastikan bobot ya. Idealnya itu kalau dari buku manual di pabrikan itu idealnya 120 kg sampai 180 kg,” ujar Anjar dalam program Kompas Bisnis KompasTV, Kamis (19/3/2026).
Terkait kapasitas penumpang, ia menegaskan agar motor tidak melebihi muatan yang semestinya. “Jadi kalau mudik maksimal berkendara berboncengan hanya satu orang. Tidak disarankan membawa anak-anak.”
Larangan Membawa Bensin Cadangan Anjar juga menyoroti kebiasaan membawa bahan bakar cadangan dalam wadah tambahan yang sangat berisiko memicu kebakaran. Sebagai solusinya, pemudik diminta lebih peka terhadap indikator bensin di dasbor motor.
“Kalau misal memang kapasitas bensin kita sudah berkurang, misal tinggal 25% di indikator, sebaiknya menepi cari SBBU sambil kita beristirahat,” sarannya.
Mengenai manajemen waktu perjalanan, Anjar menganjurkan durasi berkendara selama 1,5 hingga 2 jam, yang diikuti dengan jeda istirahat selama 15-30 menit. Menurutnya, istirahat yang terlalu lama justru bisa berdampak buruk pada kondisi fisik. Ia menjelaskan bahwa jika jeda melebihi setengah jam, pengendara cenderung merasa lebih lesu dan mengantuk.
“Nah, kalau yang namanya istirahat itu ya lepas helm, lepas jaket, santai. Karena itu bisa mendinginkan badan kita,” tambahnya.
Pentingnya Perlengkapan Berkendara (Riding Gear) Kondisi cuaca yang panas pada musim mudik tahun ini juga menuntut penggunaan perlengkapan perlindungan diri yang tepat. Anjar menyarankan penggunaan peranti keselamatan yang memenuhi standar.
“Sebaiknya ketika menggunakan sepeda motor gunakan riding gear atau peranti-peranti keselamatan berkendara yang lengkap. Nah, khususnya untuk musim sekarang ini kan musim panas, gunakan beberapa jaket, glove, helm yang berstandar SNI,” tuturnya.
Untuk bagian mata, penggunaan helm dengan kaca ganda atau visor hitam sangat dianjurkan untuk menghalau silau matahari. “Nah, itu bisa mengurangi silau ketika siang hari kita berkendara dan juga pasti tidak terlalu panas kalau misal ada visornya,” ungkap Anjar.
Selain itu, pemilihan pakaian juga tidak boleh sembarangan. Jaket dengan ventilasi udara yang baik dapat membantu sirkulasi panas tubuh sehingga pengendara tidak cepat merasa letih. Pengendara juga diimbau menggunakan celana panjang yang sesuai, sarung tangan model tertutup penuh (full), sepatu tertutup, serta menghindari pemakaian sandal.
Sebagai penutup, ia mengingatkan agar pemudik tetap menjaga kesehatan pernapasan dari polusi jalanan. “Terus jangan lupa pakai masker atau buff penutup hidung yang proper supaya debu tidak masuk,” pungkasnya.





