SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto menjadi perbincangan di media sosial selama bulan Ramadan.
Sejumlah warganet menyoroti kualitas menu serta kesesuaian biaya per porsi dengan makanan yang diterima penerima manfaat.
Isu tersebut turut bergulir di Kabupaten Subang. Menyikapi hal itu, Paguyuban Mitra BGN Kabupaten Subang menggelar rapat koordinasi pada Kamis (26/02/2026) guna merespons polemik yang berkembang.
Ketua Paguyuban Mitra BGN Subang, H. Aceng Kudus, menegaskan bahwa seluruh mitra wajib mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya juknis pelaksanaan MBG selama Ramadan.
“BGN sudah merilis secara detail juknis untuk pelaksanaan program di bulan Ramadan. Itu wajib diikuti oleh semua mitra. Kalau semua mitra mengikuti juknis tersebut, pelayanan kepada penerima manfaat pasti optimal,” ujar H. Aceng dalam rapat tersebut.
Rapat tersebut dihadiri jajaran pengurus paguyuban, di antaranya Sekretaris Niko Rinaldo, Bendahara Hj. Ani, Wakil Ketua Bambang Herdadi dan H. Mulyana, serta anggota Jaka Arizona.
Dalam forum itu disepakati langkah untuk memperkuat pengawasan internal dan menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh dapur mitra MBG di Subang.
Sekretaris Paguyuban, Niko Rinaldo, menyatakan pihaknya akan memastikan seluruh mitra mematuhi ketentuan yang berlaku demi menjaga kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat.
“Kami akan memberikan imbauan kepada seluruh mitra BGN di Kabupaten Subang untuk patuh terhadap aturan yang ditetapkan oleh BGN dan wajib memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penerima manfaat,” kata Niko.
Ia menambahkan bahwa program MBG mendapat perhatian luas dari masyarakat sehingga pelaksanaannya harus sesuai standar yang telah ditentukan.
“Program ini sangat disukai masyarakat. Karena itu, kita harus menjaga kepercayaan tersebut dengan memastikan kebutuhan gizi anak-anak dan penerima manfaat lainnya tetap terpenuhi,” tambahnya.
Paguyuban berharap, setelah rapat koordinasi tersebut, seluruh dapur MBG di Kabupaten Subang dapat menjalankan juknis secara konsisten sehingga isu-isu negatif terkait layanan dan menu makanan tidak kembali mencuat.





