SUBANG, TINTAHIJAU.com – Kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres, diproduksi oleh kelenjar adrenal saat tubuh mengalami tekanan. Meski memiliki peran penting dalam mengatasi stres jangka pendek dan menjaga keseimbangan energi, kadar kortisol yang terlalu tinggi dapat berdampak negatif pada kesehatan.
Berikut beberapa tanda yang menunjukkan kadar kortisol dalam tubuh mungkin terlalu tinggi:
1. Kenaikan Berat Badan Drastis
Kortisol dapat meningkatkan nafsu makan, terutama untuk makanan tinggi gula dan lemak, yang memberikan energi cepat namun menyebabkan penumpukan lemak. Penumpukan ini sering terjadi di area perut, wajah, dan leher. Selain itu, kortisol mengubah metabolisme tubuh, membuat tubuh cenderung menyimpan energi dalam bentuk lemak sebagai respons terhadap stres.
2. Perubahan Suasana Hati
Kortisol tinggi dapat menurunkan kadar neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang berperan penting dalam mengatur suasana hati. Akibatnya, seseorang dapat merasa cemas, sedih, atau mudah marah. Gangguan tidur akibat stres juga dapat memperburuk kondisi ini.
3. Meningkatkan Kecemasan
Kortisol berlebihan mengganggu keseimbangan kimiawi di otak, memicu kecemasan. Amigdala, bagian otak yang memproses emosi, menjadi lebih aktif saat kadar kortisol tinggi, sehingga perasaan takut dan cemas berlebihan dapat muncul bahkan dalam situasi yang tidak berbahaya.
4. Kelelahan Ekstrem
Kortisol yang tinggi dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, menyebabkan otak tetap aktif di malam hari. Kondisi ini sering memicu insomnia dan kurangnya kualitas tidur, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan ekstrem.
5. Siklus Haid Tidak Teratur
Kortisol dapat menghambat produksi hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, yang berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi. Peradangan kronis akibat kortisol tinggi juga dapat mengganggu fungsi ovarium dan ovulasi, menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur.
6. Sering Buang Air Kecil
Kadar kortisol tinggi memengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga ginjal memproduksi lebih banyak urine. Tekanan darah tinggi akibat kortisol juga dapat membebani ginjal, meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Mengatasi Kadar Kortisol Tinggi
Jika Anda merasakan gejala-gejala ini, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Selain itu, mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga ringan, dan pola makan sehat juga dapat membantu mengelola stres serta menurunkan kadar kortisol dalam tubuh.
Meski kortisol berperan penting dalam menghadapi stres, kadar yang terlalu tinggi dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental. Kenali tanda-tandanya dan ambil langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.





