Teknologi

Begini Tanggapan CEO Meta dan TikTok Terhadap Isu Keamanan Anak di Media Sosial

×

Begini Tanggapan CEO Meta dan TikTok Terhadap Isu Keamanan Anak di Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Selama sidang, para senator telah menekan para CEO atas dampak buruk yang terkait dengan prevalensi materi pelecehan seksual terhadap anak secara online serta konten berbahaya lainnya, seperti postingan yang mempromosikan tindakan menyakiti diri sendiri, bunuh diri, dan gangguan makan. (Foto: Reuters/Evelyn Hockstein)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan CEO TikTok, Shou Zi Chew, menghadiri forum dengar pendapat yang digelar oleh Senat Amerika Serikat pada 31 Januari 2024, untuk menjawab pertanyaan seputar keamanan anak-anak di dunia maya.

Kedua petinggi media sosial tersebut menghadapi pertanyaan yang tajam selama hampir empat jam, di mana isu keamanan anak dan perlindungan terhadap konten yang merugikan menjadi fokus utama.

Pada awal forum, Zuckerberg meminta maaf kepada para orang tua yang menyebut anak-anak mereka sebagai “korban media sosial.” Ia menyatakan bahwa tidak seorang pun seharusnya melewati penderitaan yang dialami oleh para korban.

Selain itu, ia bersedia memeriksa secara pribadi fitur-fitur tertentu yang menjadi sorotan, seperti fitur Instagram yang memperingatkan pengguna terhadap konten pelecehan seksual terhadap anak.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, juga diinterogasi terkait keamanan data pengguna asal Amerika Serikat dan pertanyaan mengenai keterlibatannya dengan Partai Komunis China. Chew dengan tegas membantah bahwa TikTok tidak pernah membagikan data penggunanya kepada pemerintah China, sambil menegaskan bahwa ia adalah warga negara Singapura dan tidak pernah menjadi anggota Partai Komunis China.

Di tengah sidang, muncul pertanyaan seputar regulasi yang sedang disusun oleh Kongres AS untuk memaksa perusahaan media sosial bertanggung jawab atas materi yang diunggah ke platform mereka. Posisi perusahaan media sosial terhadap regulasi ini menjadi isu besar dalam diskusi di forum tersebut.

Meskipun sidang banyak berfokus pada perlindungan anak-anak dari eksploitasi seksual online, pertanyaan dari senator AS sangat bervariasi. Shou Zi Chew juga menyoroti aturan di Singapura yang melarang anak di bawah 13 tahun membuat akun di TikTok.

Mark Zuckerberg menjadi pusat perhatian dalam sidang, di mana ia dihadapkan pada pertanyaan terkait fitur Instagram dan mendapat permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban yang hadir di forum. Pada akhirnya, Meta mengumumkan langkah-langkah keamanan baru, termasuk pembatasan pesan untuk anak di bawah umur di Instagram dan Messenger.

Penting untuk dicatat bahwa tanggapan dari perusahaan media sosial tersebut menyoroti kompleksitas isu keamanan anak di era media sosial.

Meskipun telah diungkapkan bahwa Meta dan TikTok memiliki jumlah moderator yang signifikan, tantangan mengenai pengawasan dan regulasi konten yang merugikan masih menjadi fokus pembahasan di Kongres AS.

Dengan pengumuman langkah-langkah keamanan baru, Meta berupaya memberikan lingkungan yang lebih aman bagi anak dan remaja yang mengakses platform mereka.

Sumber: CNN Indonesia