Wisata

Kampung Stamplat Girang Bertransformasi dari Kawasan Hutan Produksi Jadi Desa Wisata Berbasis Kopi

×

Kampung Stamplat Girang Bertransformasi dari Kawasan Hutan Produksi Jadi Desa Wisata Berbasis Kopi

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Perkampungan Stamplat Girang di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, bertransformasi dari kawasan hutan produksi menjadi desa wisata rintisan berbasis pertanian dan budaya lokal. Kawasan ini kini dikenal sebagai destinasi alternatif di wilayah Bandung Selatan.

Stamplat Girang awalnya merupakan area persinggahan truk pengangkut kayu hutan. Namun, sejak ditetapkan sebagai hutan lindung pada awal 2000-an, aktivitas penebangan dihentikan. Perubahan status tersebut mendorong warga setempat mengalihkan mata pencaharian ke sektor pertanian, khususnya budidaya kopi.

Peralihan tersebut menjadi titik awal berkembangnya Stamplat Girang sebagai perkampungan berbasis pertanian kopi yang dikelola secara swadaya. Dipimpin tokoh masyarakat setempat, Dede Komarudin, warga mulai merintis pengembangan potensi wisata sejak sekitar 2007.

Saat ini, Stamplat Girang menawarkan beragam aktivitas wisata, mulai dari menginap di rumah warga, berinteraksi langsung dengan petani kopi, hingga menikmati suasana alam pegunungan yang dikelilingi hutan dan kebun teh. Agrowisata kopi Arabika yang tumbuh di ketinggian menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Selain panorama alam, Stamplat Girang dikenal dengan lingkungan yang bersih serta kehidupan sosial dan budaya pedesaan yang masih terjaga. Nilai kebersamaan dan partisipasi warga menjadi bagian dari konsep ekowisata yang diusung desa ini.

Dengan mengedepankan ekowisata berbasis masyarakat, Stamplat Girang terus dikembangkan sebagai destinasi wisata yang menggabungkan pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi lokal, dan pelestarian budaya setempat.

Sumber: Koran Gala