LEMBANG, TINTAHIJAU.com — Di balik rimbunnya hutan pinus kawasan Gunung Putri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang kini luput dari perhatian publik. Bangunan tersebut dikenal sebagai Benteng Belanda Gunung Putri, atau oleh sebagian kalangan disebut Benteng Jayagiri, peninggalan masa kolonial Belanda.
Keberadaan benteng ini nyaris tersembunyi dari hiruk pikuk wisata Lembang yang identik dengan kafe dan panorama alam. Letaknya yang berada di dataran tinggi menjadikan kawasan tersebut strategis pada masanya. Benteng Gunung Putri dibangun pada era pemerintahan Hindia Belanda sebagai bagian dari sistem pertahanan wilayah Bandung bagian utara.
Dari lokasi ini, pasukan Belanda dapat memantau pergerakan dari arah Subang dan pesisir utara Jawa Barat, jalur yang dinilai rawan terhadap serangan. Struktur bangunan benteng dibuat kokoh dengan dinding tebal, lorong sempit, serta celah pengintai yang menghadap ke berbagai arah. Desain tersebut mencerminkan fungsi utama benteng sebagai sarana pertahanan militer.
Meski tidak terdapat catatan tunggal yang memastikan tahun pembangunannya, sejumlah sumber menyebutkan benteng ini mulai dibangun pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Hingga kini, Benteng Belanda Gunung Putri masih berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang sejarah Lembang, meski kondisinya semakin terabaikan dan jarang tersentuh upaya pelestarian.





