SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Puasa bukan hanya ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk menjaga kesehatan tubuh dan ketenangan jiwa.
Anggota DPRD Jawa Barat, Encep Sugiana, membagikan sejumlah tips sehat saat berpuasa yang merujuk pada pola hidup Rasulullah SAW.
Berikut pemetaan tips sehat yang bisa diterapkan selama Ramadan:
- Segerakan Buka Puasa
Saat waktu berbuka tiba, dianjurkan untuk segera berbuka dan tidak menundanya. Namun, Rasulullah SAW tidak langsung mengonsumsi makanan berat.
“Berbuka sebaiknya diawali dengan makanan manis yang mudah dicerna, seperti kurma atau buah segar,” ujar Encep.
Kandungan glukosa alami pada makanan manis membantu tubuh beradaptasi setelah seharian berpuasa, tanpa membebani sistem pencernaan.
- Sahur dengan Makanan Bergizi dan di Akhir Waktu
Sahur menjadi bekal utama energi untuk menjalani aktivitas di siang hari. Karena itu, sahur tidak boleh diabaikan dan harus memenuhi gizi seimbang.
“Sahur itu penuh keberkahan. Asupan yang cukup dan bergizi akan menopang aktivitas kita selama berpuasa,” jelasnya.
Ia juga menganjurkan sahur dilakukan di akhir waktu, mendekati subuh, agar energi yang dihasilkan dapat bertahan lebih lama hingga waktu berbuka.
- Tetap Beraktivitas dan Kurangi Tidur Berlebihan
Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Encep mengingatkan agar setelah salat subuh tetap melakukan aktivitas ringan dan tidak langsung kembali tidur.
“Terlalu banyak tidur justru membuat tubuh terasa lemas. Aktivitas ringan membantu menjaga stabilitas kerja organ tubuh,” katanya.
Namun demikian, aktivitas juga harus disesuaikan agar tidak menguras energi secara berlebihan.
- Lakukan Olahraga Ringan
Selain aktivitas harian, olahraga ringan tetap dianjurkan saat berpuasa. Jenis olahraga tidak perlu berat, yang penting dilakukan secara rutin dan terukur.
“Olahraga ringan berfungsi menjaga kerja jantung, paru-paru, dan otak agar tetap optimal. Dengan begitu tubuh akan lebih bugar dan sehat,” ujar Encep.
- Melembutkan Psikologis dan Menjaga Ketenangan Jiwa
Aspek penting lainnya dalam puasa adalah kesehatan psikologis. Kedekatan dengan Allah SWT selama Ramadan menghadirkan ketenangan batin dan rasa tenteram.
“Kondisi psikologis yang baik akan memperkuat daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit,” jelasnya.
Ia menegaskan, puasa yang dijalankan dengan benar tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga memperbaiki kondisi mental dan spiritual.
“Jika shaum dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, insya Allah tubuh menjadi lebih sehat dan berbagai penyakit dapat dicegah,” pungkasnya.





