SUKABUMI, TINTAHIJAU.com — Menjelang Ramadan, suasana di Toko Al-Madinah yang berada di Jalan Jalur Lingkar Selatan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dipadati pembeli. Sejak menjelang siang, puluhan warga terlihat berdesakan memilih berbagai jenis kurma yang tersusun di meja-meja panjang. Antrean kasir pun mengular seiring meningkatnya transaksi.
Meski bulan suci belum tiba, antusiasme masyarakat sudah terasa. Banyak pembeli datang untuk menyiapkan kebutuhan berbuka puasa, baik untuk keluarga maupun untuk sajian di masjid.
Ketua DKM Masjid Baitussalam Perumahan Taman Asri, Subangjaya, Cikole, Kota Sukabumi, Lukmanul Hakim, tampak berbelanja bersama bendahara DKM. Mereka membeli kurma untuk memastikan kebutuhan takjil jemaah tercukupi.
“Sebenarnya sudah beberapa hari mau ke sini dengan bendahara DKM buat jemaah buka di masjid. Kita fasilitasi biar jemaah juga senang ketika menyediakan (berbuka) tidak berharap ke orang yang memberi. Kalau berharap kan kadang ada yang ngasih kadang ada yang tidak dan itu pun belum tentu,” ujar Lukman seperti yang dilansir dari laman detikJabar, dikutip Rabu (18/2/2026).
Pengurus masjid memutuskan membeli sendiri kurma agar ketersediaan lebih terjamin. Untuk tahap awal, mereka membeli enam kilogram kurma jenis sukari.
“Sementara kita beli 6 kg dulu, nanti kalau tidak cukup kita beli lagi. Kita beli jenis sukari dua pack. Karena alhamdulillah jemaah kalau buka di masjid itu banyak. Anak-anak juga banyak,” katanya.
Selain pengurus masjid, warga pun mulai mempersiapkan kebutuhan Ramadan. Ajat Sudrajat (59), warga Caringin, membeli kurma untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat.
“Ya kita persiapan beli kurma untuk takjil, untuk bagi-bagi juga ke teman-teman, keluarga. Kalau harganya standar aja. Biasanya pakai sukari, enak,” ujarnya.
Sementara Dewi, warga Cisaat, memilih kurma sukari kemasan tiga kilogram untuk stok di rumah. “Nanti kalau kurang ke sini lagi. Saya baru ke sini, kata tetangga baru buka ya sudah ke sini,” katanya.
Supervisor toko, Devina Sari, menyebut lonjakan pembeli sudah meningkat tajam dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah, sangat ramai. Soalnya kita di sini setiap tahunnya juga suka bazar kurma, orang-orangnya sangat ramai dan antusias. Dibanding hari biasa lebih (banyak), dari biasanya kita ada 75 persen peningkatannya,” katanya.
Menurutnya, jenis kurma yang paling diminati adalah sukari biasa dan premium, disusul ajwa serta mabrum.
“Best seller kita sukari biasa, sukari premium, sama ajwa. Mabrum juga banyak yang cari,” ucapnya.
Koordinator toko, Danil Al Fahad, menjelaskan bahwa kurma medjol menjadi salah satu produk unggulan. Buah tersebut didatangkan dari Palestina dan California, dengan harga tertinggi untuk produk asal California.
“Kurma medjool ada yang dari Palestina, ada juga yang dari California, tergantung ukuran sama teksturnya. Dari California itu yang paling mahal,” kata Danil.
Ia juga menyebut pembeli tak hanya berasal dari Sukabumi, melainkan dari berbagai daerah di luar kota yang memesan secara daring.
“Pembeli banyak, ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Timur. Kita kirim lewat ekspedisi juga,” ujarnya.
Terkait stok, pihak toko memastikan persediaan aman hingga Lebaran bahkan setelahnya. “Sampai Lebaran juga kita siap, sampai Syawal insyaallah aman,” tegasnya.
Adapun harga kurma di toko tersebut bervariasi, mulai dari Rp40 ribu per kilogram untuk kurma Mesir hingga Rp400 ribu per kilogram untuk kurma masdu. Kurma medjol dibanderol Rp350 ribu per kilogram, sementara ajwa jumbo mencapai Rp220 ribu per kilogram.
Dengan rentang harga yang luas, pembeli dapat menyesuaikan pilihan sesuai kebutuhan, baik untuk konsumsi pribadi, sajian berbuka di masjid, maupun untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat selama Ramadan.





