JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, mengajak umat Islam di Tanah Air untuk mendoakan keselamatan warga Gaza dan bangsa Palestina selama bulan Ramadan. Seruan tersebut disampaikan menyusul agresi Israel yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Imbauan itu disampaikan Anwar dalam konferensi pers usai sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin seperti yang dimuat di laman CNN Indonesia, dikutip Rabu (18/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Anwar mengajak para imam di seluruh Indonesia untuk memperbanyak doa bagi keselamatan umat Islam dan rakyat Palestina.
“Kepada seluruh imam-imam, (di) seluruh Indonesia, kalau bisa, kalau bisa, kita (kuatkan berdoa bagi keselamatan umat Islam dan bangsa Palestina,” kata Anwar.
Ia kemudian menambahkan, “Terutama masyarakat Palestina yang ada di Gaza, dengan apa yang disebut dengan Qunut Nazilah.”
Qunut nazilah merupakan doa yang dibaca saat iktidal pada rakaat terakhir salat fardhu. Doa ini lazim dipanjatkan ketika umat Islam menghadapi musibah besar, bencana, maupun penindasan. Melalui doa tersebut, umat memohon perlindungan, keselamatan, serta pertolongan dari Allah SWT.
Selain menyerukan kepada para imam, Anwar juga mengajak pengurus masjid, dewan kemakmuran masjid, serta organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah, Al Irsyad Al Islamiyyah, Al Wahdah Islamiyah, dan Nahdlatul Ulama untuk turut mendoakan kemerdekaan Palestina.
“Untuk menyerukan kepada seluruh imam di ruang yang bagus, yang mustajab ini untuk memohon kepada Allah untuk kemerdekaan bagi warga Palestina,” kata Anwar.
Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten mendukung perjuangan dan kemerdekaan Palestina, termasuk melalui berbagai forum internasional. Namun, situasi di Palestina, khususnya di Jalur Gaza, semakin memburuk sejak pecahnya agresi Israel pada Oktober 2023.
Sejak saat itu, serangan yang menyasar wilayah sipil terus terjadi. Dampaknya, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi akibat konflik berkepanjangan tersebut.





