Megapolitan

Pesawat Charter Jatuh di Krayan Nunukan, Warga Saksikan Orang Terlontar dan Asap Hitam

×

Pesawat Charter Jatuh di Krayan Nunukan, Warga Saksikan Orang Terlontar dan Asap Hitam

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi. Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dilanjutkan kembali sejak Minggu dini hari tadi (18/1/2026) pukul 04.00 WITA. (Sumber: Envato)

NUNUKAN, TINTAHIJAU.com — Sebuah pesawat dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia, tepatnya di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2/2026) sekitar siang hari. Insiden tersebut terjadi di wilayah pegunungan yang cukup terpencil dan sulit dijangkau.

Sejumlah warga di sekitar lokasi sempat mengabadikan kepulan asap yang membumbung di atas area pegunungan yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat. Asap hitam terlihat jelas dari kejauhan, memicu kepanikan warga setempat.

Salah satu saksi mata, Jerry, warga Desa Pa’ Bettung, Kecamatan Krayan Timur, mengaku melihat pesawat melintas di atas desanya dalam kondisi tidak normal.

“Pesawat itu melintas di desa saya. Saya tidak tahu apakah pesawat penumpang atau pesawat pengangkut BBM,” ujar Jerry, dikutip dari Kompas.com, Kamis.

Menurutnya, tak lama setelah terlihat mengeluarkan asap hitam pekat, pesawat tersebut menukik tajam sebelum terdengar suara ledakan keras. Jerry memperkirakan lokasi jatuhnya berada di kawasan hutan pegunungan Pa’ Ramayo, sekitar dua jam perjalanan dari Desa Pa’ Bettung.

Ia juga langsung mengambil tindakan dengan memberi tahu warga sekitar menggunakan pengeras suara dan menghubungi aparat setempat.

“Saya juga langsung menelfon Pak Camat Rony Firdaus, Camat Krayan Induk. Lokasi jatuhnya di hutan wilayah Pa’ Ramayo, lebih dekat Krayan Induk,” jelasnya.

“Waktu jatuhnya sekitar pukul 12.33 wita. Karena begitu lihat pesawat jatuh, saya umumkan ke warga dan menghubungi Pak Camat. Dari waktu Hp, waktunya pukul 12.33 wita,” tuturnya.

Jerry menduga pesawat tersebut membawa bahan bakar minyak (BBM). Dugaan itu diperkuat oleh kesaksian warga lain yang melihat seseorang melompat atau terlontar dari pesawat sebelum menghantam tanah.

“Saat ini, puluhan warga sedang menuju lokasi jatuhnya pesawat, berharap bisa melakukan pertolongan,” kata Jerry.

Sementara itu, Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, membenarkan bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan armada charter milik perusahaan.

“Saat ini kami sampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa penerbangan tersebut merupakan layanan kargo yang mengangkut bahan bakar dan hanya diawaki satu pilot tanpa awak kabin maupun penumpang. Pihak perusahaan juga menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut melalui kanal resmi mereka.

Hingga berita ini diturunkan, proses penelusuran dan upaya menuju lokasi kejadian masih berlangsung, mengingat medan yang berat dan jarak tempuh yang cukup jauh dari permukiman warga.