Ragam

Ini Rekomendasi Kegiatan Positif Saat Bukber Bareng Sirkel

×

Ini Rekomendasi Kegiatan Positif Saat Bukber Bareng Sirkel

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Tradisi buka puasa bersama atau bukber selalu menjadi momen yang dinanti para remaja setiap Ramadan. Namun, agar tak sekadar menjadi ajang makan dan foto bersama, bukber bareng sirkel bisa diisi dengan kegiatan yang lebih positif dan bermakna.

Sejumlah remaja putri di Subang membagikan ide dan harapan mereka tentang konsep bukber yang tidak hanya seru, tetapi juga memberi nilai tambah.

  1. Bukber Sambil Berbagi

Salah satu rekomendasi datang dari Alya (17), siswi SMA di Subang. Ia mengusulkan agar sebagian uang patungan disisihkan untuk kegiatan sosial.

“Menurut aku, akan lebih bermakna kalau sebelum buka kita berbagi dulu, misalnya bagi takjil atau donasi kecil untuk masjid,” ujarnya.

Konsep ini dinilai bisa menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di kalangan remaja.

  1. Anti Gengsi, Fokus Kebersamaan

Nabila (18) menyarankan agar bukber tidak perlu memaksakan tempat mahal.

“Yang penting kumpulnya. Kalau terlalu mahal, takutnya malah bikin ada yang merasa nggak enak,” katanya.

Bukber sederhana di rumah teman atau taman kota justru bisa terasa lebih hangat dan santai.

  1. Disisipi Kajian Ringan

Ide lain datang dari Salsabila (19) yang mengusulkan adanya kultum singkat sebelum berbuka.

“Cukup 10–15 menit saja, gantian isi tausiyah atau sharing motivasi. Biar Ramadan-nya terasa,” ujarnya.

Menurutnya, kajian ringan bisa menjadi pengingat sekaligus menambah nilai spiritual dalam pertemuan tersebut.

  1. Bukber Ramah Lingkungan.

Sementara itu, Dinda (17) mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan saat mengadakan bukber.

“Bisa mulai dari hal kecil, seperti bawa tumbler sendiri atau bersih-bersih setelah acara,” katanya.
Konsep bukber minim sampah dinilai relevan dengan semangat Ramadan yang mengajarkan tanggung jawab dan kepedulian.

  1. Ajang Diskusi dan Silaturahmi

Tak hanya soal makan, bukber juga bisa menjadi ruang diskusi masa depan. Rania (18) menyarankan agar momen berkumpul dimanfaatkan untuk saling berbagi informasi kuliah atau rencana karier.

“Sekalian sharing soal tes masuk perguruantinggi, jurusan kuliah, atau pengalaman organisasi. Jadi ada manfaatnya,” tuturnya.

Beragam rekomendasi ini menunjukkan bahwa bukber bareng sirkel bisa dikemas lebih positif tanpa menghilangkan keseruan. Ramadan pun menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, dan saling menginspirasi.

Di tangan generasi muda, bukber bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik.