Ragam

Ini Deretan Tempat yang Sering Dikaitkan Keberadaan Yajuj Majuj, Salah satunya Ada di Indonesia

×

Ini Deretan Tempat yang Sering Dikaitkan Keberadaan Yajuj Majuj, Salah satunya Ada di Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Isu mengenai keberadaan Yajuj Majuj atau Gog Magog kerap memicu perdebatan di berbagai kalangan. Sejumlah lokasi di dunia bahkan disebut-sebut sebagai tempat dikurungnya kaum perusak yang dikenal dalam tradisi keagamaan tersebut.

Dalam ajaran Islam, mereka dikenal sebagai Yajuj Majuj. Sementara dalam tradisi Kristen dan Yahudi, sosok serupa disebut sebagai Gog Magog. Meski banyak spekulasi beredar, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar menguatkan klaim keberadaan mereka di lokasi tertentu.

Berikut sejumlah tempat yang kerap dikaitkan dengan keberadaan Yajuj Majuj:

1. Tembok Bawah Laut Papua

Pada 2023 lalu, publik sempat dihebohkan dengan narasi mengenai tembok di bawah laut Papua yang disebut sebagai “Jayapura Wall” atau “Tembok Jayapura”. Klaim tersebut beredar di media sosial dan kanal YouTube, yang menyebut lokasi itu sebagai tempat dikurungnya Yajuj Majuj.

Namun, arkeolog Universitas Indonesia, Dr Ali Akbar, SS, MHum, menyatakan belum ada penelitian arkeologi yang dapat membuktikan keberadaan struktur tersebut, apalagi dikaitkan dengan makhluk tertentu.

“Sepertinya belum pernah ada penelitian arkeologi mengenai hal itu. Tahun lalu dan awal tahun ini saya ke Papua untuk penelitian arkeologi di situs-situs di Jayapura. Belum ada informasi atau data awal yang cukup untuk menjadi dasar dilakukannya penelitian terhadap fenomena tersebut,” jelasnya melalui pesan singkat.

2. Agartha dan Teori Bumi Kopong

Agartha merupakan konsep tentang adanya kerajaan atau kota maju di dalam perut Bumi. Teori ini sering dikaitkan dengan gagasan Hollow Earth atau Bumi Kopong, yang meyakini bahwa bagian tengah Bumi memiliki rongga besar.

Dalam narasi tersebut, Agartha digambarkan dihuni oleh makhluk berperadaban tinggi dengan kapasitas otak yang melampaui manusia. Meski populer dalam teori konspirasi dan karya fiksi, belum ada bukti ilmiah yang menguatkan keberadaan Agartha.

Konsep ini bahkan pernah diangkat ke layar kaca oleh sutradara Joko Anwar melalui serial Nightmares and Daydreams.

3. Tembok Besar China

Sebagian pihak meyakini Yajuj Majuj berada di balik Tembok Besar China. Bangunan bersejarah ini memang dikenal sebagai struktur pertahanan raksasa yang dibangun sejak 221 SM.

Dengan panjang mencapai sekitar 21.000 kilometer, tembok ini didirikan untuk melindungi wilayah kekaisaran dari ancaman luar. Kendati demikian, tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan adanya makhluk tertentu di balik bangunan tersebut.

4. Pegunungan Ural, Rusia

Pegunungan Ural di Rusia juga kerap disebut dalam berbagai spekulasi. Rangkaian pegunungan ini termasuk salah satu yang tertua di dunia, dengan usia diperkirakan mencapai 250–300 juta tahun dan membentang sejauh kurang lebih 2.500 kilometer.

Wilayahnya melintasi hutan, semi gurun, hingga tundra Arktik di bagian utara. Namun, klaim mengenai keberadaan Yajuj Majuj di kawasan ini juga belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

5. Gates of Alexander di Kaukasus

Gerbang yang dikenal sebagai Gates of Alexander di kawasan Kaukasus turut menjadi objek spekulasi. Dalam sejumlah kisah, disebutkan bahwa Alexander Agung membangun penghalang untuk menahan kaum perusak.

Legenda tersebut menyebut adanya tembok atau gerbang yang dimaksudkan untuk membatasi pergerakan Yajuj Majuj. Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti konkret yang dapat memastikan kebenaran klaim tersebut.

Beragam teori mengenai lokasi Yajuj Majuj memang terus bermunculan, mulai dari Indonesia hingga kawasan Eurasia. Namun, para ahli menegaskan bahwa seluruh klaim tersebut masih bersifat spekulatif dan belum memiliki dasar ilmiah yang kuat.