Ragam

Ramai di Medsos, Isi Menu MBG Ramadan di Subang Dari Jasuke sampai Telur dan Susu Milk Pro

×

Ramai di Medsos, Isi Menu MBG Ramadan di Subang Dari Jasuke sampai Telur dan Susu Milk Pro

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang selama bulan Ramadan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sejumlah warga mengunggah foto menu MBG yang diterima anak-anak mereka, disertai berbagai komentar, mulai dari ungkapan syukur hingga sindiran dan kekecewaan.

Dalam beberapa unggahan, terlihat satu paket MBG untuk siswa berisi sepotong roti manis kemasan, satu kotak susu ukuran kecil, satu butir telur ayam, tiga butir kurma dalam plastik bening, kacang kupas, serta masing-masing satu buah apel dan jeruk.

Unggahan lain memperlihatkan paket berbeda yang terdiri dari satu kotak susu plain, tiga butir telur puyuh yang dikemas dalam plastik kecil, kurma, serta buah anggur.

Sementara itu, pada foto lain tampak menu yang lebih sederhana berupa satu buah pisang rebus, tiga butir telur puyuh, kurma dalam plastik kecil, serta satu cup minuman manis bercampur biji selasih.

Paket ini menuai beragam respons karena dinilai belum mencerminkan komposisi gizi seimbang.

Ada pula paket yang berisi jasuke (jagung susu keju) dalam wadah plastik, satu butir telur, tiga butir kurma, serta satu buah jeruk.

Beberapa warganet menilai menu tersebut lebih menyerupai takjil buka puasa ketimbang paket makan bergizi untuk siswa.

Beragamnya isi paket MBG yang diunggah warga menunjukkan adanya variasi menu antar sekolah.

Di Subang Kota misalnya, siswa sekolah menerima menu paket MBG berisi Tiga botol susu Milk Pro, Tiga butir telur ayam, Satu wadah kacang/almond, Satu potong kue bolu marmer cokelat dan Satu bungkus kurma.

Selain itu, di sekolah lainnya juga terlihat paket menu yang terdiri dari Satu bungkus kacang polong rasa bawang putih, Satu bungkus biskuit Roma Sari Gandum, Satu potong roti manis dan Satu bungkus kurma

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar netizen. Sebagian mencoba memahami kondisi pelaksanaan di hari-hari awal Ramadan.

“Bapak dan ibu harap maklum, ini kan hari pertama Ramadan, mungkin masih memperkirakan makanan bergizinya,” tulis salah satu akun.

Ia juga menyebut informasi biaya dari pemerintah untuk TK–SD kelas 3 sebesar Rp8.000 dan kelas 4 SD hingga SMA sebesar Rp10.000.

Namun tidak sedikit pula komentar yang bernada satir hingga terang-terangan kecewa. “Miris dengan menu MBG untuk buka puasa anak bangsa,” tulis seorang warganet.

Komentar lain menyebut, “Mungkin ini MBG menurut mereka tapi tidak untuk rakyatnya???”


Ada pula yang menyinggung kebijakan secara lebih luas, “Daripada buat MBG mah buat rumah sakit tiap kecamatan satu.”

Beberapa netizen bahkan mempertanyakan kesesuaian anggaran dengan menu yang diterima siswa. “Ngambil uang negara dengan dalih MBG,” tulis salah satu akun dalam kolom komentar.


Meski begitu, tidak semua bernada negatif. Sebagian warga tetap menyampaikan rasa syukur. “Disyukuri…” tulis seorang pengguna, sementara lainnya berkomentar singkat, “Alhamdulillah.”

Sejumlah warganet menyayangkan komposisi menu yang dinilai kurang variatif dan belum mencerminkan ekspektasi “makanan bergizi” seperti yang digaungkan dalam program tersebut.

Krritik juga muncul terkait tampilan dan kemasan makanan yang dianggap sederhana.

Perbedaan respons ini menunjukkan program MBG masih menjadi bahan evaluasi publik, terutama terkait kualitas menu, nilai gizi, variasi makanan, hingga transparansi anggaran.

Program MBG sendiri bertujuan membantu pemenuhan gizi siswa. Di bulan Ramadan, menu disesuaikan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Perbincangan yang ramai di media sosial ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut.

Warga berharap kualitas menu, variasi, serta standar gizi benar-benar menjadi perhatian agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai respons atas berbagai keluhan yang beredar di media sosial.