Megapolitan

Geger Penemuan Mayat Pria dengan Luka Tusuk di Saluran Air Gedebage Bandung

×

Geger Penemuan Mayat Pria dengan Luka Tusuk di Saluran Air Gedebage Bandung

Sebarkan artikel ini
Penemuan mayat
Foto Ilustrasi

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Warga Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, dibuat geger dengan penemuan jasad seorang pria yang diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (22/2/2026), ketika tubuh korban ditemukan tergeletak di saluran air dengan sejumlah luka tusukan di bagian dada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi penemuan berada di kawasan Jalan SOR GBLA, tepatnya di Kilometer 148 atau sebelum Exit Tol Gedebage KM 149. Penemuan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan proses evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami melakukan evakuasi terkait adanya penemuan orang meninggal dunia dan memang setelah kami evakuasi, ditemukan ada beberapa luka-luka di tubuh korban. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi lebih lanjut,” kata Anton, seperti yang dilansir dari laman detikJabar, Rabu (25/2/2026).

Saat pertama kali ditemukan, korban tidak membawa identitas sehingga menyulitkan proses pengenalan. Namun setelah dilakukan pendalaman, identitas korban akhirnya terungkap. Korban diketahui berinisial AC (19), warga Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

“Alhamdulillah identitas korban sudah ditemukan dan kami berkomunikasi dengan keluarganya. Sehingga orang tua korban sudah membuat laporan ke polisi dan sekarang kami dalam tahap proses penyelidikan untuk mengetahui siapa yang atau pelaku yang melakukan tindakan tersebut,” ungkapnya.

Anton menambahkan, temuan sejumlah luka pada tubuh korban, terutama di bagian dada, menguatkan dugaan adanya unsur tindak pidana dalam kasus ini.

“Karena memang di tubuh korban ditemukan beberapa luka-luka, terutama di bagian dada yang diindikasikan adanya terjadinya perbuatan pidana,” tambahnya.

Dari keterangan sementara, pada Sabtu (21/2) malam korban sempat meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi memancing. Namun setelah itu, korban tidak lagi memberikan kabar kepada keluarga.

“Jadi memang pada waktu itu informasinya yang kami dapatkan sementara, korban pada malam kejadian itu dia izin ke keluarganya untuk mancing,” ujarnya.

Keesokan harinya, pihak keluarga kehilangan kontak dengan AC hingga akhirnya menerima kabar duka bahwa ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Jadi dia izin ke keluarganya untuk mancing malam kejadian, berarti sabtu malam dia izin ke keluarganya untuk mancing dan ternyata keesokan harinya tidak ada komunikasi dari keluarganya,” tambahnya.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban. Proses autopsi terhadap jenazah AC telah dilaksanakan di RS Sartika Asih, Kota Bandung, guna memastikan penyebab pasti kematian.