Pemerintahan

Gebrakan Menkeu Purbaya di Awal 2026, Dari Kepastian THR Rp55 Triliun hingga Target Ekonomi 6 Persen

×

Gebrakan Menkeu Purbaya di Awal 2026, Dari Kepastian THR Rp55 Triliun hingga Target Ekonomi 6 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Sejak resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Purbaya Yudhi Sadewa terus meluncurkan berbagai strategi agresif untuk memacu pertumbuhan nasional. Memasuki akhir Februari 2026, Menkeu Purbaya membawa sejumlah kabar penting yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat maupun iklim investasi nasional.

Berikut adalah sorotan kebijakan dan pembaruan terkini dari Menkeu Purbaya:

1. Kepastian THR ASN 2026 Sebesar Rp55 Triliun

Kabar paling ditunggu oleh para abdi negara akhirnya terjawab. Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Menkeu Purbaya memastikan bahwa anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk ASN, TNI, Polri, dan pensiunan telah disiapkan sebesar Rp55 triliun.

  • Status Peraturan: Peraturan Pemerintah (PP) mengenai THR 2026 saat ini sedang dalam tahap finalisasi dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
  • Jadwal Pencairan: Direncanakan mulai cair pada pekan pertama bulan Ramadan atau paling cepat 10 hari kerja sebelum Idulfitri.

2. Beragam Stimulus dan Diskon Transportasi Jelang Lebaran

Untuk menjaga inflasi dan mendorong daya beli masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran 2026, Kemenkeu mengucurkan dana sebesar Rp0,92 triliun khusus untuk stimulus transportasi. Rincian stimulus tersebut meliputi:

  • Tiket Pesawat Domestik: Penurunan harga sekitar 17-18% untuk kelas ekonomi melalui instrumen PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 11%, pemotongan tarif jasa bandara, dan penurunan harga avtur.
  • Kereta Api & Kapal Laut: Diskon tarif hingga 30%.
  • Angkutan Penyeberangan: Pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan.
  • Bantuan Sosial (Bansos): Penyaluran 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng bagi 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alokasi anggaran Rp14,09 triliun.

3. Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 6% di Tahun 2026

Dalam forum transisi ekonomi di Jakarta pertengahan Februari lalu, Purbaya menegaskan optimismenya bahwa ekonomi Indonesia bisa melaju hingga 6% tahun ini.

  • Fokus “Soemitronomics”: Kebijakan yang bertumpu pada tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial.
  • Satgas Debottlenecking: Kemenkeu secara aktif memimpin sidang mingguan untuk mengatasi hambatan bisnis dan investasi. Salah satu langkah terbarunya pada akhir Februari 2026 adalah memimpin sidang penyelesaian hambatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Masela.
  • Kinerja Solid APBN: Penerimaan negara pada Januari 2026 tercatat tumbuh 9,5% sementara belanja negara terakselerasi hingga 25,7% sebagai bentuk kebijakan pro-growth.

Melalui kombinasi kebijakan fiskal ekspansif dan insentif langsung ke masyarakat, Kemenkeu di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa tampak berupaya keras memutar roda ekonomi domestik sedini mungkin di tahun 2026 ini.