SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas PUPR menargetkan perbaikan jalan sepanjang 37,70 kilometer pada tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan mewujudkan kondisi jalan yang mantap dan “leucir” di seluruh wilayah Kabupaten Subang.
Plt. Kabid Jalan Dinas PUPR Subang, David Sanusi, pada talkshow di Radio Benppas Januari lalu menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya mendapatkan total anggaran sebesar Rp271 miliar. Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar difokuskan untuk infrastruktur jalan yakni Rp175 miliar.
“Anggaran tahun 2026 totalnya Rp271 miliar. Untuk jalan dialokasikan Rp175 miliar. Sisanya untuk jembatan Rp1,9 miliar, drainase lingkungan Rp4,5 miliar, drainase perkotaan Rp12,9 miliar, dan irigasi Rp3,9 miliar,” ujar David dalam pemaparan bertema Daftar Ruas Jalan Kabupaten Subang Fokus Perbaikan Tahun 2026.
Target 37,70 kilometer tersebut melanjutkan capaian 2025. Tahun lalu, Dinas PUPR Subang berhasil memperbaiki 96,25 kilometer jalan yang terdiri dari 51,7 kilometer jalan cor, 45,18 kilometer hotmix, serta pembukaan jalan baru sepanjang 2,5 kilometer.
Menurut David, capaian tersebut menjadi modal penting untuk menurunkan angka kerusakan jalan di tahun berikutnya.
Berdasarkan data Dinas PUPR, dari total 1.163 kilometer ruas jalan kabupaten, terdapat 58,55 kilometer dalam kondisi rusak berat, 53,29 kilometer rusak ringan, dan sekitar 200 kilometer memerlukan pemeliharaan rutin.
Pejabat Fungsional Perencanaan PUPR, Rustanto, merinci bahwa pada 2026 terdapat 378 titik lokasi jalan yang akan diperbaiki, tersebar di 30 kecamatan.
“Proses diawali dengan survei lokasi, penetapan harga barang, serta perencanaan teknis di lapangan. Targetnya kerangka penyusunan, rancangan gambar, dan rincian biaya selesai Februari agar segera masuk proses pengadaan barang dan jasa,” jelas Rustanto.
Ia memproyeksikan penandatanganan kontrak dimulai April atau Mei 2026. Pelaksanaan fisik ditargetkan setelah momentum Lebaran Idul Fitri, dengan penyelesaian pekerjaan sekitar Juni–Juli 2026.
Meski target sudah terpetakan, David mengakui adanya tantangan di lapangan, terutama keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, Dinas PUPR hanya memiliki 45 personel yang dibagi menjadi tiga tim untuk menyurvei 378 titik dengan ruas jalan yang panjang dan tersebar luas.
Karena itu, penanganan dilakukan berdasarkan skala prioritas, mengacu pada aduan masyarakat serta tingkat kerusakan, baik ringan maupun berat. Metode penanganan ditentukan sesuai kondisi, apakah menggunakan betonisasi atau hotmix.
Drainase Jadi Kunci
David juga menekankan pentingnya pembenahan drainase sebagai penunjang utama kualitas jalan. Drainase yang tersumbat sampah dinilai menjadi salah satu faktor percepatan kerusakan jalan.
“Kalau drainasenya tidak berfungsi baik, air menggenang dan mempercepat kerusakan jalan,” tegasnya.
Untuk menuntaskan target jalan mantap, Dinas PUPR Subang tidak hanya mengandalkan APBD. David menyebut pihaknya aktif menjemput bola anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi guna mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Subang.




