SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Industri perfilman nasional kembali menghadirkan karya penuh makna lewat film Sisa Waktu Senja, produksi Seev Entertainment, MariPro, dan Langit Pictures Indonesia.
Film ini tak hanya menyuguhkan kisah emosional tentang keberanian dan waktu, tetapi juga menghadirkan kejutan dengan keterlibatan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, yang tampil cameo sebagai Kepala Sekolah.
Disutradarai oleh Husni Ramdan, film ini mengangkat cerita tentang Alana, seorang siswi SMK cerdas dan berani yang hidup dengan penyakit mematikan dan waktu yang terbatas.
Di sekolah “buangan” yang dipenuhi kekerasan serta bullying, Alana memilih berdiri di garis depan. Ia melawan budaya takut dan berusaha menyatukan murid-murid yang selama ini terluka.
Dalam perjuangannya, Alana bekerja sama dengan Bara—siswa bermasalah yang terjebak dalam lingkaran perundungan bersama sahabatnya sendiri.
Seiring waktu hidup Alana yang terus menipis, keduanya belajar bahwa keberanian terbesar bukanlah hidup selamanya, melainkan meninggalkan cahaya sebelum senja benar-benar berakhir.
Deretan Bintang Muda dan Senior
Film ini dibintangi oleh Kiesha Alvaro dan Keisya Levronka sebagai pemeran utama. Keduanya didukung aktor dan aktris ternama seperti Geo Maksurilla, Jarwo Kwat, Ebel Cobra, Dhea Ananda, Nugie, serta Dennis Adhiswara.
Nama-nama seperti Dhea Ananda, Nugie, Dennis Adhiswara, Jarwo Kwat, dan Ebel Cobra turut memperkaya dinamika cerita. Selain itu, deretan pemain muda seperti Yessica Tamara, Jason Jordan, Ahmad Nadhif, Iva Deivanna, Teguh Rafael, Geo Maksurilla, Askara Halim, Tugba Kiara, Lisa V, Yanuar, Saffa, Tiara, Sabita, Charlene, hingga Ecy Almira juga menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer cerita yang kuat.
Kombinasi aktor muda dan senior ini menghadirkan dinamika cerita yang kuat, emosional, sekaligus relevan dengan realitas sosial remaja masa kini.
Subang Jadi Latar Penuh Makna
Mengusung tagline, “Senja selalu hadir, dan setiap orang punya caranya sendiri untuk bertahan sebelum matahari terbenam,” film ini banyak mengambil lokasi syuting di berbagai titik Kabupaten Subang. Lanskap sekolah, ruang terbuka, hingga sudut-sudut kota dengan karakter kuat menjadi latar visual yang memperkaya cerita.
Yang menarik perhatian publik, Kang Rey—sapaan akrab Bupati Subang—ikut tampil dalam salah satu adegan di halaman sekolah. Kehadirannya di depan kamera sontak mengundang antusiasme warga dan pelajar yang menyaksikan langsung proses produksi.
Usai syuting, Kang Rey menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Subang sebagai lokasi film. Menurutnya, kehadiran Sisa Waktu Senja bukan sekadar karya sinema, tetapi juga momentum promosi potensi daerah.
“Bisa menyuguhkan hal menarik, bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Subang,” ujarnya.
Ia berharap film ini tak hanya sukses secara artistik dan komersial, tetapi juga memperkaya deretan film Indonesia berkualitas serta semakin mengenalkan keindahan Subang ke layar lebar nasional.
Dengan cerita menyentuh, jajaran pemain ternama, dan dukungan pemerintah daerah, Sisa Waktu Senja berpotensi menjadi film inspiratif yang meninggalkan cahaya—bahkan setelah senja benar-benar usai.





