Majalengka, TINTAHIJAU.com – Deddy Agus Susanto selaku Kasubdit Perencanaan Teknik Kementerian Pekerjaan Umum RI melakukan survei dan monitoring ke sejumlah pabrik genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Selasa (03/03/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses produksi genteng tanah liat yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Dalam peninjauan itu, Deddy mengecek tahapan produksi mulai dari proses pencetakan, pengeringan, hingga pembakaran.
“Kami hari ini melakukan survei terkait produksi genteng, khususnya dalam konteks gentengnisasi. Salah satu lokasi yang kami pilih adalah Jatiwangi, karena berdasarkan komunikasi dengan Pak Bupati, kapasitas produksinya cukup besar,” ujar Deddy di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pihaknya ingin mengetahui secara detail proses produksi, baik yang masih manual maupun yang sudah semi-mekanis. Selain itu, tim juga melihat langsung variasi jenis genteng tanah liat yang dihasilkan para perajin.
Dari hasil pemantauan awal, Deddy menilai kualitas fisik genteng produksi Majalengka tergolong baik dan kokoh. Ia bahkan sempat menguji langsung kekuatan genteng dengan cara menginjaknya, dan hasilnya tidak retak.
“Secara fisik, kualitasnya bagus dan kuat. Produksinya juga melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pencetakan, pengeringan sementara, hingga pembakaran,” katanya.
Meski demikian, Deddy menegaskan bahwa tahapan selanjutnya yang perlu menjadi perhatian adalah pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menurutnya, seluruh material bangunan, termasuk genteng, wajib memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan pemerintah.
“Nanti tinggal kita lihat dari pemenuhan SNI-nya. Semua material bangunan harus memenuhi standar nasional Indonesia. Harapannya, teman-teman di Jatiwangi bisa segera memproses pemenuhan SNI tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemenuhan standar tersebut penting agar kualitas genteng tetap terjaga dan seragam, baik diproduksi di Majalengka maupun di daerah lain.
“Intinya supaya secara mutu dan standar semuanya bisa dicapai. Mau produksi di mana saja, kualitasnya tetap sama,” pungkasnya.
Survei ini menjadi langkah awal untuk memetakan potensi industri genteng lokal sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk Majalengka di pasar nasional.





