BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Suasana malam Ramadan di kawasan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kota Bandung, diwarnai kegiatan unik berupa lomba balap lari yang diikuti anak-anak hingga orang dewasa.
Kegiatan yang digagas mahasiswa dan kelompok pemuda sekitar kampus itu digelar setiap Sabtu malam di depan halte Unpar. Perlombaan biasanya dimulai sekitar pukul 21.00 WIB hingga tengah malam dengan jarak lintasan sekitar 30 meter.
Sejak awal Ramadan, balap lari tersebut sudah tiga kali digelar dan selalu menarik perhatian warga. Peserta dari berbagai kalangan bergantian beradu cepat menuju garis finis, disambut sorak-sorai penonton yang memadati lokasi.
Balap lari ini tidak memiliki aturan khusus. Siapa pun yang ingin ikut cukup datang ke lokasi dan menantang peserta lain, dengan syarat berat badan keduanya relatif seimbang.
Saat detikJabar mengunjungi lokasi pada Sabtu (14/3) malam, perlombaan sempat terlambat dimulai karena sebagian warga merayakan Hari Jadi Persib Bandung ke-93. Balap lari baru dimulai sekitar pukul 22.30 WIB.
Meski Bandung Utara diguyur gerimis, antusiasme warga tetap tinggi. Persaingan antar peserta justru semakin meriah seiring bertambahnya penonton.
Lomba diawali dengan partai anak-anak, kemudian dilanjutkan oleh remaja hingga orang dewasa. Gelak tawa kerap terdengar ketika peserta yang kalah mendapat candaan dari penonton.
“Ini yang ketiga kalinya, kang. Rutin tiap malam minggu. Kalau buat warga mah jadi hiburan, sekaligus biar yang muda-muda ini enggak ngelakuin hal yang negatif selama bulan puasa,” kata Dio warga yang ikut menonton balap lari seperti yang dilansir dari laman detikJabar, Minggu (15/3/2026).
Pemenang lomba pada malam itu juga mendapat hadiah berupa kupon diskon dari salah satu kedai kopi di kawasan Ciumbuleuit.
Namun, balap lari tersebut menjadi yang terakhir digelar pada Ramadan tahun ini dan rencananya akan kembali diadakan tahun depan.
“Balap ini yang terakhir, kemungkinan tahun depan mau digelar lagi. Meskipun banyak tantangan, tapi bagi saya ini berkesan banget. Mudah-mudahan tahun depan bisa ada lagi biar jadi hiburan di bulan puasa,” ucap Dio.




